Peran Guru dalam Pembelajaran Aktif di Kelas


Penulis : Yuliana Susanti (Guru Mapel Bindo SMPN 3 RUTENG WATU Benta)

Berbicara tentang guru berarti berbicara tentang hal-hal baik yang mesti dieduikasikan dan dapat ditiru oleh orang lain. Guru adalah garda terdepan menuju pendidikan yang maju. Tanpa guru, kita mungkin tidak tau apa apa. Guru mendidik dan membentuk manusia menjadi manusia yang berkualitas. Lalu apa yang harus di buat oleh seorang guru? Guru harus menjadi contoh teladan yang baik, guru harus mampu menjadi pribadi yang berintelektual dan bermoral.

Desa Haju

Kualitas seorang guru dilihat dari segi pengetahuan, karakter dan tutur bahasanya, karena kualitas diri seorang guru banyak dilihat dari aspek-aspek yang baik. Berbicara tentang kualitas diri, ada dua hal yang mendukung, Pertama, kualitas intelektual yang berkenaan dengan aspek akademik, dan yang kedua adalah kepribadian sebagai pembentukan dari pendidikan karakter.

Fungsi dan tugas guru adalah mendidik, membentuk, dan membina. Untuk menghasilkan pendidikan yang bermutu, guru adalah tolak ukur dari semuanya. Pendidikan itu menghasilkan anak didik yang cerdas dan penuh daya kreativitas. Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta. Artinya, bagaimana seseorang menggunakan daya imajinasinya dan sejumlah kemungkinan yang diperoleh karena interaksi dengan ide atau gagasan, orang lain, serta lingkungan.

Baca juga :  Jelang HAN: Haradukuh SCBD Mengatasi Problem Eksistensi Anak Di Tengah Kehidupan Hedonisme

Suatu kreativitas dapat mewujudkan sebagai ide cemerlang yang belum pernah terpikirkan sebelumnya oleh sebagian besar orang. Kemampuan ini dapat berguna untuk banyak hal, salah satunya untuk menyelesaikan visi dan Misi hidup seseorang menjadi pribadi yang bertanggung jawab.

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar nasional Pendidikan pada pasal 19, ayat 1 mengamanatkan bahwa: Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kemudian dalam pasal 28, ayat 1 mengamanatkan bahwa: Yang dimaksud dengan pendidik sebagai agen pembelajaran (learning agent) pada ketentuan ini adalah peran pendidik sebagai fasilitator, motivator, pemacu, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Berdasarkan kutipan regulasi pendidikan tersebut, dapat dipahami secara jelas bahwa proses pendidikan dan pembelajaran pada satuan pendidikan manapun, secara yuridis formal dituntut harus diselenggarakan secara aktif, inovatif, kreatif, dialogis, demokratis dan dalam suasana yang mengesankan dan bermakna bagi peserta didik. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa perundangan dan peraturan pendidikan yang berlaku di Indonesia, mengindikasikan pentingnya diterapkan strategi pembelajaran yang memperdayakan peserta didik.

Baca juga :  Presiden Jokowi Resmikan Pengelolaan Air Minum Wae Mese II

Dalam konteks ini, PAKEM sebagai salah satu pembelajaran yang telah dikembangkan dan sedang gencar dipromosikan implementasinya dalam praktik dunia pendidikan di Indonesia, memiliki singgungan dan relevansi yang kuat terhadap apa yang menjadi tuntutan yuridis formal ini ( Burhanuddin, 2014 : 49-50).

Lalu bagaimana menerapkan proses pembelajaran yang aktif, disini guru tentunya memiliki metode yang pas dan cocok untuk peserta didik. Dengan memilih metode yang tepat interaksi antara guru dan siswa di dalam kelas akan terjalin baik. Ketika guru memberikan Stimulus harapannya siswa dapat merespons.

Menurut Sardiman (1992), peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai Informator, Organisator, Motivator, Pengarah/Direktor, Inisiator,Transmiter, Fasilitator, Mediator, dan Evaluator. Sedangkan Pullias dan Young, Manan, Yelon dan Weinstein seperti yang dikutip oleh E. Mulyasa (2007), mengatakan bahwa peran guru dalam proses pembelajaran adalah sebagai Pendidik, Pengajar, Pembimbing, Pelatih, Penasehat, Pembaharu (Inovator), Model dan Teladan, Pribadi, Peneliti, Pendorong Kretivitas, Pembangkit Pandangan, Pekerja Rutin, Pemindah Kemah, Pembawa Cerita, Aktor, Emansipator, Emansipator, Pengawet, dan sebagai Kulminaor.

Baca juga :  Jelang HAN: Haradukuh SCBD Mengatasi Problem Eksistensi Anak Di Tengah Kehidupan Hedonisme

Berdasarkan pendapat dari Sadirman (1992), Penulis menyimpulkan bahwa guru sebagai informator adalah guru yang mampu memberikan informasi yang jelas kepada siswa; guru sebagai Organisator guru yg mampu Mengorganisir siswanya dalam kelas; guru yang motivator guru yang mampu menjadi motivator yang baik utk siswa, guru harus menjadi teladan dan menjadi pembimbing yang baik; guru juga harus memiliki inisiatif, kreatif dan trampil dalam segala bidang. Baik bidang akademik maupun non-akademik.

Guru adalah agen perubahan, dari guru perubahan itu di mulai, sehingga dalam prosesnya akan dapat diterapkan kepada siswa. Siswa hanya tau mengikuti( guru:Jarum;Siswa: Benang) apa yang dilakukan guru siswa dapat mengikutinya.

Harapan penulis adalah kita sebagai guru harus mampu menjadi fasilitator, motivator yang baik untuk siswa, kita guru hatus mampu menjadi guru yang aktif guna untuk menemukan jati diri.

Desa Haju