GardaNTT.id – Lebaran merupakan momen yang penuh kebahagiaan, saat keluarga dan kerabat berkumpul untuk merayakan hari kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama sebulan. Salah satu tradisi yang umum dilakukan adalah saling berkunjung dan memberikan ucapan selamat, bahkan ada yang mencium tangan atau pipi anggota keluarga, termasuk bayi.
Namun, di balik kebiasaan ini, ada hal penting yang perlu diperhatikan oleh orangtua dan keluarga, terutama terkait dengan bahaya mencium bayi saat Lebaran.
Bayi memiliki sistem kekebalan tubuh yang masih berkembang, dan mereka sangat rentan terhadap infeksi dan penyakit. Pada saat Lebaran, banyak orang yang datang mengunjungi rumah dengan membawa berbagai macam virus dan bakteri, terutama jika mereka baru saja bepergian atau datang dari tempat ramai.
Menurut ahli kesehatan, mencium bayi, terutama di area wajah atau bibir, dapat menyebabkan penularan penyakit-penyakit menular seperti flu, batuk, pilek, dan bahkan penyakit yang lebih serius seperti herpes.
Bayi yang masih berusia beberapa bulan memiliki daya tahan tubuh yang lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Bahkan infeksi ringan sekalipun dapat berisiko lebih besar pada bayi. Beberapa penyakit yang mungkin tidak berbahaya bagi orang dewasa bisa berbahaya bagi bayi, seperti infeksi saluran pernapasan, diare, dan bahkan penyakit menular seperti COVID-19.
Melansir CNN Indonesia, Selasa (25/3/2025), berikut beberapa penyakit yang berbahaya yang bisa ditularkan ke bayi:
1. Herpes

Virus Herpes Simplex (VHS) Tipe 1 bisa menular melalui ciuman. Jika bayi tertular, gejalanya meliputi luka di bibir, demam, ruam kulit, dan rewel. Infeksi ini bisa sangat berbahaya bagi bayi yang masih rentan.
2. Sistem kekebalan tubuh melemah

Bayi belum memiliki sistem imun yang kuat, sehingga lebih rentan terhadap infeksi dari sentuhan orang lain. Jika seseorang yang sedang sakit menyentuh bayi tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, bayi bisa mudah jatuh sakit.
3. Meningitis

Meningitis Tuberkulosa adalah peradangan pada selaput otak akibat infeksi bakteri atau virus. Bayi yang tertular bisa mengalami demam, kejang, kesulitan makan, hingga penurunan kesadaran. Penyakit ini berisiko tinggi menyebabkan komplikasi serius pada bayi.
4. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

ISPA bisa menular melalui ciuman atau udara saat seseorang batuk atau bersin di dekat bayi. Gejalanya meliputi demam, batuk, pilek, dan bahkan kesulitan bernapas, yang bisa berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
5. Cacar air

Virus Varisela zoster bisa menular melalui droplet saat seseorang yang terinfeksi mencium bayi. Penyakit ini menyebabkan demam, kelelahan, dan ruam kulit yang gatal. Bagi bayi, cacar air dapat menjadi lebih berisiko karena daya tahan tubuh mereka yang masih lemah.
Mencium bayi saat Lebaran memang merupakan tradisi yang banyak dilakukan sebagai tanda kasih sayang. Namun, bagi orangtua dan keluarga, sangat penting untuk memahami bahwa hal ini dapat membawa risiko kesehatan yang serius bagi bayi, terutama yang masih sangat muda.
Untuk itu, lebih bijak jika kita menjaga jarak yang aman dan lebih memilih cara-cara alternatif yang lebih aman dalam menunjukkan kasih sayang kepada bayi.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita bisa memastikan bahwa Lebaran tetap menjadi momen yang penuh kebahagiaan tanpa mengorbankan kesehatan bayi.