“Awalnya pihak sekolah minta bantuan ke orang tua murid untuk bantu sekolah perbaiki pagar sekolah yang rusak maupun yang rubuh, dengan alasan kambing sering masuk ke pekarangan sekolah. Jadi kami orang tua murid dari 414 orang kumpul uang, namun pelaksanaan pekerjaan tersebut tidak memuaskan karena hanya tambal sulam, apalagi anggaran tersebut dibelanjakan langsung oleh kepala sekolah dan pekerjaan yang ada itu menurut kami hanya menghabiskan anggaran sekitar 9 juta rupiah, nah pertanyaannya sisa anggaran dikemanakan oleh Kepala Sekolah? sementara kepala sekolahnya sudah menjabat sebagai Camat sekarang,” ungkap salah satu orangtua murid yang tidak mau disebutkan namanya pada Kamis, (25/5/2023) Sekitar Pukul 10.05 WITA.

Pelaksana Tugas Kepala Sekolah UPTD SMP Negeri 1 Pantai Baru Marselina Lay, S.Pd ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya enggan berkomentar dan meminta wartawan langsung bertemu dengan mantan kepala sekolah yang berinisial “TS”.
“Mohon maaf langsung bertemu dengan mantan kepsek pak TS saja, kami guru biasa, kami tidak buka wawancara resiko masing-masing tanggung, kami guru biasa Ketika kepala sekolah bilang he..arahkan anak kesana kami ikut,” ujar Plt Kepsek Marselina Lay.
Sementara itu, Ketua Komite UPTD SMP Negeri 1 Pantai Baru Yobet Sanu ketika dikonfirmasi dikediamannya mengatakan, dirinya sebagai ketua Komite sudah berusaha berulang kali menghubungi mantan kepsek TS melalui telephone selular namun yang bersangkutan tidak pernah merespon panggilan.
Menurut Ketua komite uang dari orang tua murid diserahkan ke pihak sekolah untuk perbaikan pagar sekolah sementara yang mendampingi tukang untuk menyelesaikan pekerjaan pagar tersebut adalah seorang guru yang bernama klafianus wa’e dan kata dia sampai saat ini belum ada laporan pertanggungjawaban terkait penggunaan anggaran yang berjumlah 18.216.000 rupiah tersebut.
“Saya sudah konfirmasi ke bendahara sekolah yang sekarang sudah jadi Plt Kepsek dan guru yang mendampingi pekerjaan, namun mereka bilang mereka hanya diperintahkan untuk mengawasi pekerjaan tapi yang atur semua itu adalah mantan Kepala Sekolah TS,” kata ketua Komite Yobet Sanu.