GardaNTT.id – Longsor yang terjadi di Jalur Pacet-Cangar, Mojokerto, menewaskan seorang korban pada Sabtu pagi (22/3). Peristiwa tersebut mengejutkan warga setempat dan pengendara yang melintas di jalur tersebut, yang merupakan salah satu rute utama menuju Cangar. Pihak berwenang kini telah mengungkapkan identitas korban yang meninggal akibat bencana alam tersebut.
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang korban longsor di Cangar, Mojokerto. Korban yang diketahui bernama Masjid Zatmo Setio (31), warga Sukodono, Sidoarjo, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil minibus berwarna abu-abu yang tertimbun oleh material longsor.
“Selanjutnya korban dibawa menuju RSUD Mojokerto dan dapat diidentifikasi sebagai Masjid Zatmo Setio (31) warga Sukodono, Sidoarjo,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Surabaya Nanang Sigit, yang dikutip dari CNN Indonesia, Jumat (4/4/2025).
Operasi SAR sempat dihentikan sementara pada pukul 19.00 WIB Kamis (3/4). Pada saat itu, petugas melihat satu orang di dalam mobil pick-up dalam kondisi meninggal dunia, namun belum berhasil dievakuasi.
“Mempertimbangkan faktor cuaca dan kondisi tanah yang labil di lokasi, dikhawatirkan ada longsor susulan oleh karena itu pencarian akan dilanjutkan pagi ini,” ucapnya.
Kantor SAR Surabaya mengirimkan satu tim dari Unit Siaga SAR Malang ke lokasi kejadian, diikuti oleh tim lainnya dari Kantor SAR Surabaya yang tiba pada sore hari.
Selain Basarnas, sejumlah unsur lainnya turut terlibat dalam upaya pencarian dan evakuasi, antara lain BPBD Provinsi Jatim, BPBD Kota Batu, BPBD Kota Mojokerto, BPBD Kabupaten Mojokerto, Dinas PU Kabupaten Mojokerto, dan Dinas PU Kota Batu.
Selain itu, Polresta Batu, Polsek, Koramil Pacet, Tahura, PMI, Tagana, KNDJH Malang, serta potensi SAR dan warga setempat juga turut membantu. Pencarian ini juga didukung oleh penggunaan alat berat, seperti Excavator dari Dinas PU Mojokerto dan Dinas PU Batu.
Tragedi longsor di Jalur Pacet-Cangar Mojokerto yang merenggut nyawa korban longsor merupakan peringatan penting bagi pengendara dan pihak berwenang untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah-daerah rawan longsor.
Selain itu, pentingnya upaya pencegahan dan pengawasan di sepanjang jalur-jalur tersebut harus menjadi perhatian utama guna menghindari jatuhnya korban lebih lanjut.
Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan peduli terhadap keselamatan di jalan, serta menjaga kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang bisa memicu terjadinya bencana alam.