Kasus Begal di Lokpahar, Kapolres Manggarai Timur Lakukan Pengecekan Keamanan

Ilustrasi kasus pembegalan di Lokpahar Mnggarai Timur, Kec. Borong.

GardaNTT.id – Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto, melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat kejadian kasus begal di Lokpahar, Kecamatan Borong, pada Rabu (2/4/2025). Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap laporan warga tentang tindakan kriminal yang meresahkan di wilayah tersebut.

Pengecekan dilakukan setelah munculnya informasi terkait aksi begal yang terjadi beberapa hari sebelumnya di wilayah tersebut. Kasus ini telah menciptakan ketakutan di kalangan warga setempat, terutama bagi para pengendara yang melewati jalan tersebut pada malam hari.

Kapolres Manggarai Timur turun langsung untuk memastikan situasi di lokasi tersebut dan memberikan arahan terkait langkah-langkah pencegahan lebih lanjut.

Informasi terkait aksi begal ini pertama kali dibagikan melalui akun Facebook milik Asty Rofina Msi. Dalam postingannya, pemilik akun tersebut mengunggah foto yang menunjukkan benda mirip plat besi, yang menyerupai seng, tergeletak melintang di tengah jalan.

Di dekat benda tersebut, terlihat sebuah sepeda motor yang terparkir, serta foto seorang pria yang mengenakan celana putih dan kaos hitam, meskipun wajahnya tidak terlihat.

Melansir Poskupang.com, Rabu (2/4/2025), akun ini juga dalam caption ia menulis “Kejadian di Lokpahar malam ini. Bagi teman-teman yang mau jalan malam ke Ruteng hati-hati mau masuk di Lokpahar karena barusan saya dihadangi begal”.

Postingan tersebut kemudian dibagikan di grup Facebook Demokrasi Manggarai Timur dan langsung mendapatkan beragam tanggapan dari para netizen. Beberapa di antaranya mengecam pelaku, sementara yang lain meminta pihak kepolisian untuk segera melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

Kapolres Manggarai Timur, AKBP Suryanto, ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp pada Rabu pagi, 2 April 2025, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mengecek kebenaran informasi tersebut untuk memastikan apakah kejadian itu benar adanya.

“Kami cek dulu, karena dulu di Sambi Rampas sampaikan dibegal ternyata bukan,” tulis Kapolres Suryanto di pesan WhatsApp.

Kapolres Suryanto juga mengimbau kepada seluruh warga Manggarai Timur untuk segera menghubungi pihak kepolisian di Polres Manggarai Timur melalui call center 110 jika terjadi peristiwa atau masalah lainnya, sehingga petugas bisa langsung menuju ke lokasi kejadian.

“Kalau ada bahaya bisa telepon jadi kami bisa tahu posisi dimana dan segera response,”ujarnya.

Kapolres Suryanto menjelaskan bahwa peluncuran call center 110 merupakan upaya Polres Manggarai Timur untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Layanan ini dirancang untuk mempermudah dan mempercepat masyarakat dalam melaporkan atau menyampaikan berbagai aduan, tanpa perlu mengeluarkan biaya pulsa.

“Layani 110 memungkinkan masyarakat untuk menghubungi kami dengan mudah dan tanpa menggunakan pulsa. Operator kami siap melayani 24 jam,” ujarnya.

Kapolres Suryanto juga menjelaskan bahwa aplikasi layanan 110 ini dilengkapi dengan teknologi canggih. Setiap orang yang menghubungi nomor layanan tersebut akan otomatis terdeteksi data pribadinya, termasuk foto, jenis pengaduan, dan lokasi kejadian setelah melakukan panggilan ke call center.

“Jadi setelah orang yang bersangkutan menghubungi call center ini, secara otomatis terdeteksi data diri termasuk fotonya, jenis pengaduan dan lokasinya,” terangnya.

Kapolres Suryanto menjelaskan bahwa setelah menghubungi call center 110, petugas piket akan segera menghubungi anggota polisi terdekat dengan lokasi pengaduan, sehingga petugas dapat segera bergerak cepat menuju ke tempat kejadian perkara (TKP).

Warga Lokpahar dan sekitarnya diminta untuk lebih waspada, terutama saat melintasi jalan-jalan sepi pada malam hari. Pihak kepolisian juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara-cara untuk menghindari tindakan kejahatan, termasuk begal, seperti tidak berjalan atau mengendarai kendaraan sendirian di tempat yang sepi dan selalu memperhatikan keadaan sekitar.

Dengan adanya pengecekan yang dilakukan oleh Kapolres Manggarai Timur, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih tenang dan yakin bahwa pihak kepolisian serius dalam menanggapi masalah keamanan. Peningkatan patroli dan langkah-langkah preventif lainnya diharapkan dapat meminimalisir tindak kriminal di daerah tersebut.

Penyelesaian kasus begal ini tetap menjadi prioritas bagi pihak kepolisian, dan upaya untuk mengungkap pelaku secara tuntas akan terus dilakukan dengan cepat dan transparan.

Desa Haju