Berita  

Lebaran 2025, Bulog Fokus Serap Gabah untuk Stabilkan Pasokan Beras

foto logo BULOG.

GardaNTT.id – Badan Urusan Logistik (Bulog) terus memperkuat upaya stabilisasi pasokan beras dengan memfokuskan perhatian pada proses serapan gabah dari petani. Meskipun banyak sektor yang mengalami penurunan aktivitas selama periode liburan, Bulog memastikan bahwa tugas penting ini tetap berjalan demi menjaga ketersediaan pangan yang cukup untuk masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan daring yang melibatkan jajaran Direksi Perum Bulog di Kantor Pusat, bersama para pemimpin wilayah, pemimpin cabang, dan Dandim. Pertemuan ini secara khusus membahas perkembangan penyerapan gabah dan beras menjelang panen raya.

Dalam kesempatan yang sama, ditegaskan bahwa penyerapan gabah kering panen (GKP) dengan harga Rp6.500 per kilogram merupakan kebijakan yang diarahkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dan oleh karena itu, kebijakan tersebut harus dilaksanakan oleh mitra Bulog serta pelaku usaha pengeringan dan penggilingan beras.

Sekretaris Perusahaan Perum Bulog, Widiarso, menyampaikan bahwa pertemuan serupa dilakukan secara rutin oleh Perum Bulog untuk memastikan kelancaran proses penyerapan gabah dan beras.

“Proses monitoring dan evaluasi penyerapan gabah dan beras dilaksanakan setiap hari, baik secara luring maupun melalui Zoom/daring dengan jajaran Bulog di wilayah, bersama TNI. Dengan cara ini, progres penyerapan gabah dan beras serta permasalahan yang muncul dapat terpantau dengan baik, dan masalah yang ada bisa segera diselesaikan,” jelas Widiarso, yang dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (3/4/2025).

Menurut informasi yang diperoleh, Bulog telah menyiapkan sejumlah titik serapan gabah di berbagai daerah. Proses ini dilakukan dengan mengedepankan transparansi dan efisiensi, sehingga petani dapat dengan mudah menjual gabah mereka tanpa kesulitan. Bulog juga menjamin pembayaran yang cepat dan harga yang sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Bulog bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan asosiasi petani, untuk memastikan agar serapan gabah dapat dilakukan secara maksimal dan merata di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini penting untuk menjaga agar tidak ada kekurangan pasokan beras yang dapat mengganggu stabilitas harga di pasar.

Di tengah situasi yang tidak menentu, pasokan beras yang stabil menjadi salah satu prioritas utama bagi pemerintah. Bulog diharapkan dapat mengantisipasi lonjakan permintaan beras yang biasa terjadi pada saat Lebaran, terutama di daerah-daerah dengan tingkat konsumsi yang tinggi. Dengan adanya pasokan yang mencukupi, diharapkan masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga yang wajar dan tidak terpengaruh oleh spekulasi harga.

Kegiatan serapan gabah ini juga berperan dalam menciptakan ketahanan pangan yang lebih baik, mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari luar negeri, serta mendukung perekonomian nasional yang lebih stabil. Bulog berharap agar kolaborasi antara pemerintah, petani, dan masyarakat dapat menghasilkan keberlanjutan pasokan beras yang optimal.

Pada Lebaran 2025, Bulog berfokus pada serapan gabah untuk menjaga pasokan beras tetap stabil di pasar. Meskipun banyak sektor yang libur, Bulog tetap menjalankan operasionalnya untuk memastikan kebutuhan beras masyarakat terpenuhi.

Dengan langkah ini, Bulog tidak hanya berusaha menstabilkan harga beras, tetapi juga memberikan dukungan kepada petani dan memperkuat ketahanan pangan nasional. Semua upaya ini bertujuan untuk menciptakan kondisi yang lebih baik bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi kebutuhan pangan yang tinggi pada saat Lebaran.

Desa Haju