Penemuan Belasan Granat Aktif di NTT Diduga Peninggalan Perang

Foto: Penemuan belasan granat aktif dan peluru di Flores Timur NTT.

GardaNTT.id – Warga Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini digemparkan dengan penemuan belasan granat aktif di beberapa lokasi berbeda. Granat yang ditemukan di wilayah NTT ini diduga merupakan peninggalan dari masa perang yang terjadi puluhan tahun lalu.

Penemuan ini menjadi perhatian serius karena potensi bahaya yang ditimbulkan oleh granat aktif yang masih dapat meledak.

Pengungsi akibat erupsi Gunung Lewotobi di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menemukan 393 butir peluru dan 16 granat aktif. Peluru dan granat tersebut diduga merupakan peninggalan dari Perang Dunia II.

“Dari hasil pemeriksaan barang bukti, granat masih aktif sehingga untuk sementara dipindahkan dan diamankan pada lokasi kosong di sebuah kebun,” kata Kasubdi PIDM Polres Flores Timur, Iptu Anwar Sanusi, yang dikutip dari detiknews.com, Rabu (2/4/2025).

Sanusi menyampaikan bahwa granat-granat tersebut sementara disimpan di lokasi yang jauh dari pemukiman, yaitu di kebun milik warga Desa Konga, Kecamatan Titehena. Granat dan ratusan peluru itu dijaga dengan ketat oleh petugas sambil menunggu kedatangan tim penjinak bom dari Polda NTT di Kupang.

Tim penjinak bom (Jibom) dari Sat Brimob Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, tiba di lokasi tempat pengungsian korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki pada pukul 13.00 Wita, Selasa siang.

“Barang bukti tidak dibawa ke Maumere, karena diduga masih aktif sehingga perlu dilakukan koordinasi untuk mendatangkan tim dari Sat Brimobda NTT untuk proses disposal (pemusnahan),” tambahnya.

Granat dan peluru yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II ditemukan oleh pengungsi saat mereka menggali tanah untuk membuat septic tank. Ditemukan 16 buah granat tangan jenis Inert WWII Tipe 97 yang asli buatan Jepang, lengkap dengan sekring dan tali tarik. Selain itu, terdapat 393 butir amunisi kaliber 6,5 MM yang digunakan untuk senjata Arisaka Type 38 atau senjata rim semi Jepang pada masa Perang Dunia II.

Pemerintah NTT bersama dengan aparat kepolisian dan pihak terkait lainnya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan melaporkan temuan yang mencurigakan. Penemuan bahan peledak sisa perang ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan keselamatan di masyarakat.

Pihak berwenang juga berencana untuk melakukan sosialisasi mengenai cara menangani situasi darurat terkait penemuan bahan peledak kepada warga, terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan temuan bahan peledak.

Penemuan belasan granat aktif di NTT menjadi pengingat bahwa meskipun konflik besar di Indonesia sudah lama berakhir, sisa-sisa perang seperti bahan peledak masih dapat membahayakan masyarakat. Ke depan, penting untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan kerja sama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menghadapi potensi ancaman yang bisa muncul kapan saja.

Pihak berwenang akan terus menyelidiki asal-usul granat-granat tersebut dan memastikan bahwa daerah-daerah lain yang mungkin memiliki peninggalan serupa bisa diamankan dengan segera. Keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi temuan-temuan berbahaya semacam ini.

Desa Haju