GardaNTT.id – Puasa, selain sebagai ibadah yang memiliki manfaat spiritual, juga memiliki dampak positif terhadap kesehatan fisik dan mental. Sebagian orang mungkin belum mengetahui bahwa puasa, jika dilakukan dengan benar, dapat membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, bahkan berkontribusi pada proses penuaan yang lebih lambat. Apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh kita saat berpuasa?
Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. dr. Sondang MH Amelia P. Sirait, seorang dokter spesialis dermatovenerologi, dalam sebuah diskusi daring mengenai kesehatan kulit selama puasa pada Jumat (14/3/2025), yang dikutip dari KOMPAS.com, Senin (17/3/2025).
“Dengan berpuasa, ternyata juga bisa mengaktifkan anti-oksidatif stress di dalam sel. Bahkan menurunkan mTOR signaling pathway, salah satu yang menyebabkan proses inflamasi dan menyebabkan aging. Jadi penuaan justru malah diperlambat,” ujar Sondang.
Menurutnya, puasa juga dapat mendukung regenerasi sel punca (stem cell) dalam tubuh dengan memperbaiki jaringan yang rusak dan menyeimbangkan mikrobiota usus. Ketika sistem pencernaan beristirahat setelah memproses makanan, jumlah bakteri baik di dalam usus akan meningkat.
Sondang menambahkan bahwa kesehatan usus dan sistem pencernaan yang optimal akan berpengaruh langsung pada kondisi kulit. Kulit akan terlihat lebih bersih, cerah, bercahaya, dan lebih awet muda.
Sebagai Kepala Divisi Dermatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, ia juga menjelaskan bahwa puasa dapat membantu menstabilkan denyut jantung, menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan kadar insulin, serta mengurangi tanda-tanda inflamasi yang disebabkan oleh penyakit metabolik. Selain itu, sistem imun tubuh akan menjadi lebih kuat, dan kesehatan persendian pun dapat meningkat.
“Semua yang bisa menyebabkan aging itu bisa dikurangi dan caloric restriction juga akan memperbaiki anatomi kulit dan fungsi dari sel-sel kulit,” kata Sondang.
Ia juga menekankan pentingnya proses regenerasi sel tubuh yang dikenal sebagai autophagy. Dalam proses ini, tubuh menghancurkan sel-sel yang tidak sehat dan mengubahnya menjadi asam amino baru, yang kemudian mendukung pertumbuhan sel-sel baru yang lebih sehat dan berkontribusi pada kesehatan kulit.
Meskipun demikian, ia mengingatkan agar pola makan selama berpuasa, baik saat sahur maupun berbuka, tetap terjaga. Ia menyarankan untuk lebih banyak mengonsumsi buah dan sayuran yang kaya air, ketimbang makanan tinggi lemak jenuh seperti gorengan dan daging berlemak.
Lebih lanjut, Sondang mengutip penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang menjalani diet atau puasa dengan cukup asupan air cenderung memiliki kulit yang lebih lembut dan cerah, serta suasana hati yang lebih positif.
Puasa ternyata tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan spiritual, tetapi juga memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan fisik dan mental, terutama dalam menjaga agar kita tetap awet muda.
Proses seperti autophagy, peningkatan produksi hormon pertumbuhan, dan peningkatan metabolisme tubuh merupakan beberapa alasan mengapa puasa dapat membantu memperlambat penuaan.
Dengan melakukan puasa dengan bijak dan seimbang, kita tidak hanya menjaga kesehatan tubuh tetapi juga merawat kulit, otak, dan meningkatkan energi secara keseluruhan.
Namun, seperti halnya dengan segala hal, penting untuk melakukannya dengan cara yang benar dan tidak berlebihan. Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu, selalu konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi sebelum memulai program puasa.