GardaNTT.id – Ray Sahetapy, aktor kawakan Indonesia yang baru saja meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025, meninggalkan jejak yang tak terlupakan dalam dunia perfilman. Meskipun ia sudah tiada, perannya yang sempat terekam dalam Captain America: Civil War kini menjadi bagian dari cerita yang menggugah hati banyak orang.
Adegan yang ia bintangi di film Marvel tersebut awalnya tidak muncul dalam versi final, namun kini bisa ditemukan dalam The Infinity Saga Box Set, yang memuat adegan-adegan yang dihapus dan klip-klip di balik layar MCU.
Ray Sahetapy, yang nama besarnya dikenal lewat film fenomenal The Raid (2012), terpilih untuk bermain di film Captain America: Civil War tanpa melalui casting.
Dalam wawancaranya pada 2015, ia mengungkapkan bahwa penunjukan dirinya adalah bentuk kepercayaan dari Gareth Evans, sutradara The Raid, yang memberi rekomendasi karena kesuksesan film tersebut yang menarik perhatian sineas Hollywood.
Namun, meskipun ia sempat bergabung dalam proses syuting Civil War, adegan yang ia bintangi akhirnya tidak masuk dalam versi final film. Adegan tersebut kini menjadi bagian dari koleksi di The Infinity Saga Box Set, yang mengungkapkan adegan-adegan yang terhapus dan detil lainnya dari dunia Marvel.
Adegan yang Mengungkap Dunia Gelap Hydra
Dalam adegan yang sempat syuting tersebut, Ray Sahetapy berperan sebagai manajer lelang di pasar gelap yang menjual barang-barang pribadi milik agen Hydra yang telah mati. Dalam sebuah lelang yang penuh ketegangan, Ray membuka acara dengan mengatakan, “Lelang kita yang berikut mengalami kesulitan di sini.
” Dengan suaranya yang tegas, ia menjelaskan tentang barang-barang milik mantan anggota Hydra yang telah meninggal, seperti senjata dan artefak berharga yang pernah digunakan oleh Winter Soldier, seperti dikutip dari CNN Indonesia pada Rabu (2/4/2025).
Lelang tersebut dimulai dengan harga Rp13 juta, namun suasana tiba-tiba berubah ketika seseorang yang mencurigakan muncul di antara peserta lelang. Tanpa basa-basi, Ray yang memerankan manajer lelang bertanya, “Siapa kamu?” kepada pria tersebut, yang tak lain adalah Helmut Zemo, yang diperankan oleh Daniel Brühl.
Zemo, yang datang bukan untuk mengikuti lelang, mulai merendahkan barang-barang yang dijual, “Tawaran kalian terlalu tinggi untuk Komar itu. Bahkan orang Polandia tidak lagi menggunakan sampah itu.” Ray dengan cepat memotong, “Kamu ngomong hanya untuk menawar.
” Dengan tensi yang meningkat, Zemo menjawab, “Saya di sini bukan untuk lelang,” menambah ketegangan di ruangan tersebut.
Namun, situasi semakin memburuk ketika Zemo mulai menyebarkan gas beracun ke seluruh ruangan. Satu per satu, para peserta lelang mulai pingsan, termasuk Ray Sahetapy yang melihat dengan ngeri sebelum akhirnya ia ikut terkulai pingsan.
Zemo, yang tetap tenang, kemudian berjalan menuju rak di ruangan lelang, mengambil buku catatan merah dengan bintang emas yang akhirnya menjadi kunci dalam plot utama Civil War.
Buku Misterius yang Menjadi Kunci Kejadian
Buku yang diambil oleh Zemo berisi catatan penting terkait prosedur yang digunakan untuk mengubah Bucky Barnes (Winter Soldier) menjadi prajurit super yang dikendalikan. Dalam Civil War, Zemo menggunakan informasi dari buku tersebut untuk mengaktifkan kembali otak Bucky dan mengubahnya menjadi mesin pembunuh, yang kemudian memicu konflik besar antara Steve Rogers dan Tony Stark.
Meskipun buku ini muncul dalam versi final film, cerita mengenai bagaimana Zemo bisa mendapatkannya tetap menjadi misteri. Dalam film, Zemo hanya terlihat mengunjungi rumah mantan agen Hydra untuk mendapatkan informasi, tetapi tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai adegan yang melibatkan Ray Sahetapy.
Ray Sahetapy, Warisan yang Tak Terlupakan
Meskipun adegan Ray Sahetapy di Captain America: Civil War tidak muncul dalam versi final film, kehadirannya memberikan warna tersendiri dalam dunia Marvel yang penuh aksi dan ketegangan.
Penampilannya di pasar gelap Hydra membuka jendela baru dalam narasi cerita MCU, yang menyambungkan beberapa potongan penting dalam cerita besar The Infinity Saga.
Kini, melalui The Infinity Saga Box Set, penggemar dapat melihat adegan tersebut dan menghargai kontribusi besar Ray Sahetapy dalam film ini, meskipun hanya sebentar. Warisan Ray Sahetapy sebagai aktor berbakat yang memulai karier internasional lewat The Raid dan melangkah lebih jauh dengan penampilan epiknya di dunia Marvel akan terus dikenang.
Ray Sahetapy mungkin telah berpulang, tetapi jejak yang ditinggalkannya akan selalu hidup dalam kenangan dan karya-karya yang ia tinggalkan. Terutama dalam dunia perfilman internasional yang kini mengenal kualitas dan dedikasi yang ia bawa dalam setiap peran yang ia jalani.