GardaNTT.id – Aksi heroik yang dilakukan Sugiyanto, seorang nelayan asal Indonesia, menjadi sorotan dunia saat ia terlibat dalam proses evakuasi warga dalam bencana kebakaran hutan lahan (Karhutla) yang melanda desa Yeongdok, Korea Selatan.
Keberanian dan ketangguhan Sugiyanto dalam membantu masyarakat setempat, terutama dalam menyelamatkan warga lanjut usia dari kobaran api, membuatnya dihormati sebagai pahlawan tak terduga.
Mengutip dari Koreajoongangdaily, Sugiyanto berkolaborasi dengan kepala desa setempat, Yoo Myung-sin, untuk memastikan bahwa warga desa, terutama lansia, dapat segera diungsikan ke tempat yang lebih aman.
Aksi penyelamatan yang dilakukan oleh Sugiyanto tidak hanya menegaskan semangat gotong royong, tetapi juga menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat Korea Selatan yang telah ia anggap sebagai rumah kedua.
Perjalanan Sugiyanto di Negeri Ginseng
Sugiyanto pertama kali menginjakkan kaki di Korea Selatan delapan tahun lalu, berbekal visa kerja sebagai nelayan.
Kini, ia tidak hanya fasih berbahasa Korea, tetapi juga sudah menjalin hubungan erat dengan masyarakat setempat. Meskipun jauh dari keluarganya di Indonesia, Sugiyanto merasa sangat mencintai Korea Selatan, khususnya desa tempat ia tinggal yang telah menganggapnya sebagai bagian dari keluarga.
“Saya harus kembali ke rumah setelah tiga tahun,” ungkap Sugiyanto, menggambarkan kerinduan yang mendalam kepada istri dan anaknya yang tinggal di Indonesia, seperti dikutip dari CNN Indonesia pada Rabu (2/4/2025).
Pahlawan Tak Terlihat: Sugiyanto dan Proses Evakuasi
Pada malam yang mencekam, sekitar pukul 11 malam waktu setempat, ketika api sudah mulai melahap wilayah Yeongdok, Sugiyanto dan Yoo Myung-sin berlarian dari rumah ke rumah untuk membangunkan warga yang masih tertidur. Mereka segera meminta agar semua orang yang masih berada di rumah untuk melakukan evakuasi.
Saat situasi semakin genting, Sugiyanto dan Yoo Myung-sin tidak ragu untuk menggendong warga lanjut usia dan membawa mereka sejauh 300 meter menuju titik evakuasi yang lebih aman. Salah seorang warga, yang berusia 90 tahun, mengenang betapa berartinya pertolongan Sugiyanto pada malam tersebut.
“Jika bukan karena dia, kami semua pasti sudah meninggal. Saya tertidur saat menonton TV, tetapi saya terbangun karena mendengar teriakan. Ketika saya membuka pintu, Sugiyanto sudah ada di sana, dan dia menggendong saya keluar rumah,” kenangnya dengan penuh rasa terima kasih.
Kepuasan dan Kebanggaan Keluarga
Usai proses evakuasi yang dramatis, Sugiyanto mendapat telepon dari istrinya di Indonesia. Sang istri dengan bangga mengungkapkan rasa terima kasih dan kekaguman atas aksi heroik Sugiyanto.
Sugiyanto merasa sangat bahagia karena upayanya tak hanya berhasil menyelamatkan banyak nyawa, tetapi juga membuktikan bahwa kerja keras dan ketulusan hati bisa membawa dampak yang luar biasa, meskipun berasal dari negeri yang jauh.
“Saya senang karena tidak ada korban dalam kebakaran ini. Meskipun kami terkejut dan takut, tapi yang penting semuanya selamat,” ujar Sugiyanto dengan rasa syukur yang mendalam.
Keberanian yang Menginspirasi Dunia
Kisah Sugiyanto adalah contoh nyata tentang bagaimana seorang individu bisa menjadi pahlawan tanpa harus mengharapkan pujian atau pengakuan. Keberaniannya dalam menyelamatkan banyak nyawa di tengah bencana kebakaran hutan menunjukkan bahwa kepahlawanan tidak mengenal batas negara.
Sugiyanto, seorang nelayan asal Indonesia, bukan hanya mengingatkan kita tentang pentingnya solidaritas, tetapi juga tentang bagaimana hubungan antar manusia dapat terjalin meski berasal dari latar belakang yang berbeda.
Aksi heroiknya di Yeongdok telah menorehkan namanya sebagai pahlawan tak terduga yang memberikan harapan dan kebanggaan, baik bagi masyarakat Korea Selatan maupun keluarga di Indonesia. Sugiyanto membuktikan bahwa, terkadang, kekuatan sejati datang dari hati yang penuh keberanian.