Peduli Kasih, Prodi PBSI Unika Santu Paulus Ruteng Sambangi Panti Asuhan Kasih di Lempe

Manggarai,GardaNTT.id-Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Prodi PBSI angkatan 2021 kelas A Unika Santu Paulus Ruteng melakukan kunjungan kemanusiaan ke Panti Asuhan Kasih Jln. Klaudia No. 28 Lempe Tadak, Keluarahan Pau, Kecamatan Langke Rembong.

Rombongan mahasiswa berjumlah 40-an orang ini dikomandani oleh dosen Pembimbing Akademik (PA) Rm. Bonefasius Rampung, S.Fil., M.Pd. sekaligus sebagai Keprodi PBSI. Setelah berjalan kaki dari Kampus Unika pada pukul 10.00 Wita, rombongan kemanusiaan itu tiba di lokasi tepat pukul 10.30 Wita.

Kunjungan kemanusiaan ini sekaligus kegiatan jalan sehat merupakan program tingkat kelas. Dalam kunjungan kemanusiaan di panti yang berpayungkan Yayasan Hati Nurani Rakyat ini, menyasar kepada hampir 60-an warga panti yang diasuh Ibu Maria Baso. Ibu Mery (sapaan untuk Ibu Maria Baso) dalam sambutnnya singkatnya menggambarkan Profil Panti Asuhan yang dipimpinnya.

Dalam paparan singkatnya, Mery menjelasakan bahwa saat ini Panti Asuhan Kasih mememasuki usia 21 tahun. Lokasinya sekarang merupakan lokasi terakhir karena sebelumnya berlokasi di Tenda. Kondisi keterbatasan lahan dan kekurangan sumber air mendorong Mery untuk berhijrah ke Lempe.

“Saat ini ada 56 anak yang diasuh dengan rentang usia mulai 2 bulan hingga usia SMA. Ada dua bayi usia 2 bulan yang dititipkan dan diasuh di tempat tidur yang biasa untuk anak-anak lainnya,” ungkap Mery.

Mery juga menambahkan, dua bayi ini ditempatkan di ruangan yang sama karena memang belum ada fasilitas ruangan yang nyaman dan khusus untuk bayi.

Ia juga mengatakan, penghuni panti mayoritas anak yatim piatu atau dari keluarga tak mampu. Asal usul mereka juga bervariasi dari Manggarai Raya bahkan ada yang dari luar daerah.

Saat ditanya tentang pola asuh serta pengaturan hidup warga panti, Mery menjelaskan, dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan setiap anak terutama makan minum mereka.

“Semua mereka ini maunya makan dan tidak pikirkan dari mana makanan itu di dapat, semua mereka mau makan dan menuntut makan. Saya hanya meminta kepada Tuhan agar mengirimkan orang baik untuk memberi sumbangan makan-minum. Suka-duka melayani anak di panti ini memang sulit saya gambarkan tetapi Tuhan memberi kami kesehatan yang baik untuk bisa mengurus semuanya,” demikian kisah Mery.

Dalam kesempatan itu, utusan mahasiswa menyerahkan sumbangan berupa beras dan pakaian yang mereka kumpulkan secara spontan.

“Mahasiswa berbagi bukan dari kelebihan tetapi mereka berbagi sebagai bentuk rasa solider mereka dengan adik-adik yang ada di panti ini,” demikian Romo Bone sampaikan menyusul penyerahan sumbangan itu.

Setelah penyerahan sumbangan, para mahasiswa melakukan aktivitas bergembira bersama, bercerita, berpuisi, dan bernyanyi gembira. Pukul 12.15 Wita rombongan meninggalkan Panti setelah berfoto bersama di halaman Panti Asuhan Kasih.

“Kami hanya sebagian yang sudah memulai dan terus berharap ada juga kelompok lain yang rela berbagi bagi mereka. Lebih dari itu semoga para pengasuh tetap diberi kesehatan dan semangat yang tinggi.” ungkap Romo Bone.