Umat Lintas Agama di Kecamatan Kuwus Ikut Misa Syukur Rayakan HUT Mabar

Labuan Bajo, GardaNTT.id – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) ke-19 yang jatuh pada 26 Februari 2022, Pemerintah Kecamatan Kuwus merayakan dengan menggelar misa syukur pada Minggu (27/02/2022).

Gelaran misa tersebut dilaksanakan di tiga tempat, diantaranya di Gereja Paroki Ranggu, Gereja Stasi Lawi, dan di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu.

“Iya, memang kita sengaja laksanakan di tiga lokasi. Itu sebagai upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, sehingga untuk Desa Suka Kiong sampai Golo Ru’u itu misa di Ranggu, sedangkan Desa Pangga, Coal, Sama, Kel.Nantal, misa di Golowelu, dan Desa Lewur, Bangka Lewat dan Lawi, misanya di Gereja Stasi Lawi,” kata Camat Kuwus, Gabriel Bagung, kepada GardaNTT.

Pelaksanaan misa di Gereja Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, ungkap Camat Gabriel, juga diikuti oleh umat lintas agama. Hal ini sebagai bukti kebhinekaan tetap terjaga.

“Misa di Golowelu cukup unik, karena diikuti oleh saudara-saudara kita yang Muslim dan Hindu. Justru mereka yang jadi pembawa persembahan. Nuansa kebhinekaan sangat terasa, dan ini patut diapresiasi,” ucapnya.

Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Manggarai Barat, kata Camat Gabriel, bertepatan dengan peringatan 1 tahun kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, Edistasius Endi dan Yulianus Weng.

Sesuai tema HUT Mabar ‘Kita Bangkit Membangun Mabar yang Maju, Berdaya Saing, Berbudaya dan Berkelanjutan’, Camat Gabriel mengajak masyarakat khususnya di Kecamatan Kuwus, untuk turut berpartisipasi dalam membangun Manggarai Barat dengan menjaga infrastruktur yang telah dibangun.

Selain itu, ia juga meminta agar bisa melihat peluang-peluang yang dapat membangun ekonomi keluarga.

“Saat ini Pemerintah sedang fokus dalam pembangunan pariwisata. Oleh karena itu, saya harap supaya masyarakat mampu melihat peluang yang bisa membangun ekonomi keluarga,” jelasnya.

Atas nama Pemerintah juga, ia menyampaikan permohonan maaf jika masih banyak harapan-harapan masyarakat yang belum bisa terpenuhi. Hal itu, kata dia, diakibatkan oleh karena kondisi keungan daerah yang sebagian terfokus pada penanganan Covid-19.

Oleh karena itu, dirinya berharap kerjasama masyarakat agar bisa mendukung upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

“Saya harap agar kita semua mendukung upaya Pemerintah untuk memutus mata rantai Covid-19 ini. Patuhi prokes yang sudah dianjurkan,” tutupnya.

Desa Haju
Penulis: Olizh Jagom