Via Dolorosa di Kota Ruteng,

Processed with VSCO with preset

Ruteng, GardaNTT.id– Via Dolorosa (Latin) atau Jalan penderitaan dilaksanakan di kota Ruteng untuk memperingati hari Jumat Agung 2024. Prosesi Jalan salib diikuti oleh ribuan umat katolik di Kota Ruteng, Jumat (29/03/2024) pagi.

Source: YouTube Paroki Kristus Raja (Drama Jalan Salib oleh OMK Paroki Kristus Raja) by Inji Bomaratha

Jalan salib hidup yang didramakan oleh OMK (Orang Muda Katolik) Paroki Kristus Raja Mbaumuku tersebut dihadiri oleh umat dari Paroki Kumba, Kristus Raja Mbaumuku, Katedral, Karot, Cewonikit, Golo Dukal, dan Paroki Redong.

Seluruh umat dari tujuh paroki tersebut telah berkumpul di Natas Labar Motang Rua Ruteng sejak pukul 06:00 WITA menggunakan baju merah dan Songke Manggarai. Mereka hadir untuk menyaksikan pengorbanan Tuhan Yesus demi menghapus dosa manusia. Ikut merasakan segala pengkhianatan dan penghinaan yang keji.

Sebelum melaksanakan Jalan Salib Hidup, dilakukan prosesi Lamentasi yang dipimpin oleh Romo Dionesius Osharjo, Pr., Vikep Ruteng dan Romo Ardus Noveri, Pr didampingi para imam pastor paroki dan imam rekan.

Selanjutnya, Jalan Salib Hidup dimulai dengan peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani dan pengadilan Yesus oleh Pontius Pilatus. Semua umat dengan khusyuk melihat dan merasakan sakitnya dihukum tanpa melakukan kesalahan-kesalahan apapun. Yesus harus merasakan busuknya pengkhianatan oleh manusia dan orang terdekatnya.  Kesenangan sesaat selalu berhasil menghancurkan benteng iman.

Source: YouTube Paroki Kristus Raja (Drama Jalan Salib oleh OMK Paroki Kristus Raja) by Inji Bomaratha

Via Dolorosa Yesus di Kota Ruteng diringi isakan tangis belas kasihan umat. Air mata itu seperti penyesalan atas dosa yang telah diperbuat. Melihat representasi Yesus dalam diri seorang pemuda OMK Paroki Kristus Raja  membangunkan emosi pertobatan umat yang telah lama hilang.

Via Dolorosa di Yerusalem dikenang sebagai jalan yang dilalui Yesus saat memanggul salib menuju Kalvari. Kini ada di Kota Ruteng. Melalui Tablo yang dibawakan OMK Paroki Kristus Raja seperti membawa seluruh umat kembali pada saat Yesus disalibkan. Membawa kembali luka yang terus membekas pada setiap cambukan algojo kejam.

Jalan salib hidup dihiasi lautan warna merah (warna baju yang ditentukan untuk umat) seolah melambangkan darah yang telah dicurahkan untuk keserakahan manusia. Tetapi oleh bilur-bilur Yesus kita menjadi sembuh.

Selama prosesi Jalan Salib, pihak Kepolisian, TNI, Pol PP, dan Dinas Perhubungan serta seksi keamanan dari ketujuh paroki se-kota Ruteng mengamankan jalannya prosesi agar kondusif.

Romo Osharjo mengungkapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Jalan Salib hidup ini.

“Terima kasih kepada Pemda Manggarai karena mengijinkan kegiatan jalan salib ini dilaksanakan di Alun-alun Natas Labar Motang Rua Ruteng kali ini.”

Beliau mengungkapkan Jalan Salib hidup ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan persekutuan paroki.

“Kegiatan dalam mengenang kisah sengsara Tuhan Yesus yang berpusat di Alun-Alun Natas Labar Motang Rua Ruteng ini, tentu untuk memperkuat rasa kebersamaan dan semangat persekutuan antar paroki. Kita semua diajak melalui jalan salib ini untuk merenungkan penderitaan dan kematian Tuhan Yesus Kristus di kayu salib demi keselamatan semua umat manusia,” ungkap Vikep Ruteng itu.

Pantauan media ini, umat setiap paroki diarahkan untuk berdoa dan melakukan jalan salib dalam perjalanan pulang menuju paroki masing-masing.