BBM Langkah di Rote Ndao, Petrus Pelle:  APH, Pemda dan DPRD jangan terkesan tutup telinga dan mata

Ketua komisi C DPRD Kabupaten Rote Ndao, Petrus Johanis Pelle, S.Pd

Ba’a,gardantt.idSudah 2 pekan lamanya Bahan Bakar Minyak (BBM) langkah di Rote Ndao, hal ini menyebabkan  Masyarakat semakin bingung dengan kondisi ini karena aktifitas ekonomi macet.

Menyikapi persoalan BBM yang sudah berulang kali terjadi ini, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Rote Ndao Petrus Johanis Pelle,S.Pd mengatakan, seharusnya Pemerintah Daerah, Aparat Penegak Hukum (APH), dan DPRD  pro aktif melihat situasi yang terjadi karena kelangkaan BBM secara masal ini sangat berdampak terhadap ekonomi seluruh  Masyarakat Rote Ndao.

“Contohnya petani mau traktor sawah juga susah, rontok padi susah, siram bawang juga susah. Bukan itu saja tapi pelaku usaha mikro pasti terdampak akibat dari spekulasi-spekulasi yang ada, nah bagaimana kita harapkan ekonomi Masyarakat meningkat kalau BBM hilang total begini,” kata Petrus Pelle dengan nada tanya.

Terpantau langkahnya BBM di APMS REI

Lebih jauh Ia menegaskan, seharusnya Aparat Penegak Hukum dan Pemda  jangan tinggal diam dan terkesan masa bodoh, namun bersama-sama membentuk tim gabungan untuk menyidak pelaku usaha baik distributor, pengecer, agen- agen dan mungkin saja calo-calo yang turut bermain BBM di Rote Ndao penjual Rote Ndao.

“Tolong turun sidak itu SPBU yang ada.Tanyakan distributornya, pengecer dan agen-agen minyak di seluruh wilayah Rote Ndao, bisa juga ada calo-calo yang turut bermain, jangan terkesan tutup kuping dan mata,” tegasnya.

Dikatakan,  pekan lalu BBM baru turun namun menjelang beberapa hari kemudian BBM kembali langkah, sehingga sebagai ketua Komisi C DPRD Rote Ndao, Ia meminta Pemda dan APH segera bergerak secara nyata dan serius untuk membongkar fenomena hilangnya BBM di Rote Ndao.

Selain itu, Politisi kawakan asal Partai Demokrat ini mempertanyakan apakah SPBU di Kabupaten Rote Ndao itu milik dari kendaraan dinas atau berplat merah yang ada di Rote Ndao, sementara masyarakat baik  Petani, Pedagang, Pelaut dan Pelaku usaha mikro menjerit-jerit akibat dari BBM yang langkah secara tiba-tiba.

“Beta liat kok bisa kendaraan dinas dengan enaknya melakukan pengisian di SPBU ditengah kelangkaan BBM di Rote Ndao, Ini namanya aneh tapi nyata,” imbunya.

Manager APMS REI Wisnu Angga

Secara terpisah perwakilan Manager APMS Rotenda Energi Indonesia (REI), Wisnu Angga ketika dikonfirmasi di Kantornya mengatakan, Optimisnya Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), segera akan beroperasi di pekan depan.

Iya menjelaskan, kelangkaan BBM dua pekan ini karena lambatnya kapal yang mengangkut bahan bakar minyak dan diperkirakan kapal pengangkut BBM masuk ke pelabuhan Ba’a sekitar Hari Jumat dan paling lambat Sabtu (17/6/2023).

“Saya tidak tahu APMS yang lain seperti apa tapi kalau kami REI langkahnya BBM karena keterlambatan Kapal saja, mungkin pekan depan kami sudah normal kembali,” ujarnya.

Wisnu menambahkan, jatah APMS  REI untuk kuota  jenis Pertalite dalam sebulan itu sebanyak 300 kilo liter dan terbagi dalam dua trip, Trip pertama sebanyak 150 kilo liter dan jatah trip kedua 150 kilo liter dalam sebulannya.

“Saya berharap kita semua bijak dalam pengunaan BBM di Rote Ndao agar dapat tercukupi ke semua lapisan Masyarakat.” pintanya. (CTA/GN).