Dukcapil Ende Buka Pelayanan Enam Hari dalam Seminggu

Ende, GardaNTT.id – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Ende, kini membuka pelayanan pengurusan administrasi kependudukan selama 6 hari dalam seminggu. Hal ini dilakukan demi memaksimalkan dan mempercepat pelayanan publik.

Sebelumnya, Disdukcapil Ende hanya membuka pelayanan selama 5 hari dalam seminggu yakni Senin-Jumat. Namun, seiring berjalannya waktu, intensitas masyarakat yang hendak mengurus dokumen kependudukan cukup tinggi, sehingga dibutuhkan tambahan waktu pelayanan.

“Iya, ketika kita melihat antusias dan partisipasi masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan semakin hari semakin meningkat, maka kita berlakukan lagi penambahan hari kerja di hari Sabtu dan kami merasa bahwa sosialisasi Dukcapil berhasil, baik itu di media Online, pamflet, klender yang di kirim ke desa-desa, dan masyarakat mulai mengetahui bahwa mengurus adminduk tidak sesulit yg di bayangkan,” kata Lambertus Sigasare, Kepala Disdukcapil Kabupaten Ende saat ditemui GardaNTT, Sabtu (02/04/2022) diruang kerjanya.

Kata dia, dengan inovasi Sapa Dia (Sehari Pasti Jadi Adminduk), dirinya memastikan pada tahun 2022 ini, seluruh nomor antrian yang di dapat oleh masyarakat untuk mengurus administrasi kependudukan akan langsung jadi dalam sehari.

“Inovasi Sapa Dia (Sehari Pasti Jadi Adminduk) sangat berhasil. Kalau dulu ‘A’ yang terakhir itu adalah ‘akta’, namun sekarang di ganti dengan Adminduk, dan saya pastikan kalau masyarakat yang menerima nomor antrian di hari itu Adminduk pasti langsung jadi baik itu KTP dan akta-akta yang lain,” tuturnya.

Lambertus menambahkan, dulunya, untuk hari Senin-Kamis, diberi waktu untuk istirahat, namun sekarang waktu istirahat tidak diberlakukan. Hal ini dimaksudkan untuk memenuhi percepatan pengurusan dokumen bagi masyarakat.

Ia berharap, dengan adanya kunjungan Wakil Bupati beberapa hari sebelumnya, akan berdampak baik serta menjawab persoalan dan kekurangan di instansi yang dipimpinnya itu.

Desa Haju
Penulis: Arnol DewaEditor: Olizh Jagom