Ketua Komisi II DPRD Mabar Resmikan Bukit Porong Sebagai Wisata Edukasi dan Literasi

Foto: Beny Nurdin saat memberi dua ribu buku bacaan kepada ketua Pokdarwis Bukit Porong

Manggarai Barat, GardaNTT.idKetua Komisi II DPRD Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Benediktus Nurdin, meresmikan wisata Bukit Porong, yang terletak di kampung Porong Tedeng, Desa Coal, Kecamatan Kuwus, sebagai lokasi wisata Edukasi dan Literasi pada Sabtu (18/12/2021).

Benediktus Nurdin yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Nasdem DPRD Mabar itu, menyampaikan apresiasi atas capaian luar biasa Bukit Porong yang kini menjadi salah satu lokasi wisata yang dikenal banyak orang.

“Luar biasa. Ini patut diapresiasi. Bukit Porong ini sudah dikenal banyak orang atas berkat usaha keras dan kerjasama dari para pemuda kampung ini menyulap tempat ini jadi lokasi wisata,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan pentingnya literasi untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), terutama bagi masyarakat di lokasi wisata.

Karena itu, Beny, sapaan akrabnya, memberi sejumlah 2000 buku sebagai bahan bacaan bagi masyarakat dan pengunjung di lokasi wisata tersebut.

“SDM yang kompeten adalah kunci dalam pembangunan dan pengembangan wisata. Saya percaya, melalui kebiasaan literasi, akan berdampak pada terwujudnya masyarakat yang cerdas. Untuk itulah, saya berikan buku-buku ini, sekiranya dapat menambah wawasan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, buku-buku tersebut juga dapat dimanfaatkan atau sebagai referensi bacaan oleh tamu yang akan berkunjung, sehingga ada dampak edukasi yang didapatkan oleh tamu ketika berwisata ke Bukit Porong.

Selain buku, ia juga membagikan puluhan dus makanan tambahan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kata dia, tumbuh kembang anak harus kontrol sejak masih dalam kandungan, terutama soal gizi.

Anak-anak adalah penerus. Sehingga, gizi mereka harus dijaga sejak dalam kandungan, supaya bisa tumbuh kembang secara baik dan cerdas. Untuk itu, saya juga bagikan makanan tambahan ini untuk ibu hamil dan menyusui.

Peresmian itu juga, digelar secara bersamaan dengan agenda kedewanan yang tengah dijalaninya, yakni Reses masa sidang III DPRD Mabar. Sejumlah aspirasi yang disampaikan masyarakat saat itu adalah terkait kelengkapan sarana dan prasarana untuk mendukung pengembangan lokasi wisata Bukit Porong.

Dari masing-masing Pokja, diantaranya Pokja home industri, meminta agar berkenan didukung terkait kelengkapan masak untuk pembuatan kuliner lokal. Sementara Pokja kelestarian budaya, meminta didukung terkait kelengkapan sanggar seperti perlengkapan untuk pergelaran tarian Caci.

Warga mengaku, selama ini perlengkapan yang pakai, masih dipinjam dari kampung-kampung tetangga.

Menanggapi permintaan masyarakat, Beny mengaku siap dipenuhi. Namun, kata dia, pelaksanaannya tidak dapat dilakukan dalam waktu dekat. Hal itu disebabkan oleh karena pembahasan APBD Kabupaten Manggarai Barat tahun anggaran 2022 sudah dilakukan dan sudah dikunci.

Kendati demikian, ia berjanji pada tahun 2022 mendatang, dirinya akan menyumbangkan sejumlah pakaian berupa baju kebaya dari uang pribadinya sendiri.

“Kebutuhan-kebutuhan yang disampaikan itu tadi mungkin tidak bisa diakomodir dalam waktu dekat ini. Karena pembahasan APBD kita sudah selesai dan sudah dikunci. Tapi, saya janji, tahun depan saya akan bantu baju kebaya untuk ibu-ibu dari uang pribadi saya sendiri nanti,” tuturnya.

Hadir dalam kegiatan itu, Camat Kuwus, yang diwakili Kepala Seksi Kesra, Kapolsek Kuwus yang diwakili Wakapolsek, serta staf sekretariat DPRD Mabar dan para tokoh masyarakat Desa Coal.

Desa Haju
Penulis: Olizh Jagom