Lapen di Nanga Baras Matim Sudah Rusak Meski Baru Selesai Dikerjakan

Manggarai Timur, GardaNTT.id-Baru beberapa bulan selesai dikerjakan, Lapisan Penetrasi (Lapen) yang terletak persis ditengah hamparan persawahan Nanga Baras, Kelurahan Nanga Baras, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, sudah mulai rusak.

Diketahui, proyek tersebut bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tambahan tahun 2020 dengan anggaran senilai Rp.347.800.000 dengan Volume 620 meter dengan tempo pelaksanaan pengerjaan 90 hari kalender. Proyek ini dikerjakan oleh Pokmas dan diawasi tenaga teknis Kelurahan Nanga Baras.

Baca juga :  Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Membusuk dalam Kamar di Konggang

WS, yang merupakan warga setempat, kepada GardaNTT pada Selasa (05/05/2021), mengatakan, kualitas pengerjaan lapen tersebut sangat buruk. Bahkan ditemukan beberapa titik sudah berlubang.

“Baru berapa bulan saja sudah rusak, aspalnya sudah terkelupas”, ungkapnya sambil menunjuk beberapa titik jalan yang telah berlubang.

Menurut WS, penyebab buruknya kualitas Lapen tersebut diduga karena tidak meratanya penghamparan aspal.

Baca juga :  Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Membusuk dalam Kamar di Konggang

“Aspal yang dihamparkan sangat sedikit. Sehingga tidak merata, bisa di lihat kondisi lapenya ada yang naik dan turun”, jelasnya.

Ia juga menambahkan, kuat dugaan, lapen dikerjakan asal jadi karena kurangnya pengawasan yang dilakukan Pemerintah Kelurahan dan persekongkolan antara pihak Kelurahan dengan tenaga teknis.

Ia berharap agar pemerintah Kelurahan Nanga Baras segera memperbaiki lapen yang sudah rusak. Sebab jalur tersebut sangat strategis menuju pelabuhan Pota.

Baca juga :  Sesosok Mayat Wanita Ditemukan Membusuk dalam Kamar di Konggang

Hingga berita ini diturunkan, wartawan Garda NTT telah menghubungi Lurah Nanga Baras melalui pesan WhatsApp, pada Selasa 05/05/2021), namun belum direspons.

Penulis: Irend Saat

Editor: Olizh Jagom