Remaja Asal Wae Ri’i Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Manggarai.GardaNTT.id – Seorang remaja asal kampung Coco Sangge, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai mengakhiri hidup dengan cara gantung diri.

Warga berinisial MS (23) Laki-laki, Khatolik, ditemukan gantung diri di pohon mangga yang tidak jauh dari rumah orang tuanya.

“Unit Opsnal Satuan Intelkam Polres Manggarai mendapat informasi dari Staf Desa Bangka Kenda Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai bahwa salah satu warganya yang meninggal dunia dengan cara gantung diri di pohon mangga di Kampung Coco Sangge Rt.013/Rw.005, Desa Bangka Kenda, Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai. Senin (27/9) pukul 07.00 WITA,” jelas Paur Subag Humas Polres Manggarai, Ipda I Made Budiarsa kepada GardaNTT.id.

Atas  informasi tersebut, lanjutnya, Piket Fungsi dan unit Identifikasi Polres Manggarai berangkat menuju TKP untuk melakukan olah TKP dan mencari saksi dan barang bukti.

“Sekitar pukul 06.30 WITA orang tua korban mendengar teriakkan dari warga masyarakat sekitar bahwa ada orang yang gantung diri di pohon mangga di depan rumahnya,” jelas Budiarsa.

Mendengar teriakkan warga tersebut, kata Budiarsa, orang tua korban bernama Bernadus Bahar langsung keluar rumah dan melihat korban M.S dalam posisi gantung diri di dahan pohon mangga.

Melihat kejadian tersebut orang tua korban melaporkan kejadian tersebut kepada Sekertaris Desa Bangka Kenda dan Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Unit Opsnal Satuan Intelkam Polres Manggarai.

“Korban gantung diri menggunakan seutas tali nilon yang diikatkan pada leher dan dikaitkan pada dahan pohon mangga, dan saat ditemukan korban sudah dalam kondisi  meninggal dunia dengan lidah menjulur keluar dan mengeluarkan air liur dari mulut,” jelas Budiarsa

Setelah Unit Identifikasi melakukan olah TKP, jelas Budiarsa, Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Bangka Kenda Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai dengan menggunakan mobil idenfikasi Polres Manggarai.

Setibanya di Puskesmas Kenda Kecamatan Wae Ri’i Kabupaten Manggarai, dilakukan pemeriksaan luar tubuh korban oleh perawat Robertus Sensi dan Evaldus Abadi.

“Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas Kenda, tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan pada tubuh korban, Setelah dilakukan pemeriksaan luar tubuh korban selanjutnya korban dibawa ke rumah duka dengan menggunakan mobil ambulans Puskesmas Kenda,” ungkap Budiarsa

Budiarsa menambahkan, setiba di rumah duka, jenasah korban langsung disemayamkan dan rencana pemakamannya masih menunggu hasil koordinasi dengan pihak keluarga.

Lebih jauh dikatakannya, pihak keluarga menerima dengan ikhlas kematian korban sebagai musibah serta bersedia membuat surat pernyataan bahwa orangtua dan keluarga tidak akan menuntut dilakukan penyelidikan atau proses hukum terkait kematian korban.