UKM Litera Turut Meriahkan Pengukuhan Guru Besar Pertama Unika Santu Paulus Ruteng

UKM Litera
UKM Litera lakonkan dramatisasi puisi Rendra

Manggarai, GardaNTT.id – Unit Kegiatan Mahasiswa Literasi Sastra (UKM Litera) turut meriahkan acara pengukuhan Guru Besar pertama Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. di Aula Assumta Katedral Ruteng, Sabtu (27/11/2021).

Dalam mengisi acara resepsi pengukuhan Guru Besar pertama Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A., anggota UKM membawakan dramatisasi puisi “Sajak Sebatang Lisong” karya W.S. Rendra.

Tentang “Sajak Sebatang Lisong”

Konstantina Delima, seorang pemeran darmatisasi puisi mengungkapkan alasan pemilihan puisi Rendra tersebut.

“Kami memilih puisi Rendra, “Sajak Sebatang Lisong” dan mendramakan karena masih relevan dengan keaadaan sekarang. Kami ingin menyajikan kepada para tamu undangan untuk melihat karya sastra sebagai bentuk hiburan, sekaligus memandang karya sastra puisi dari sudut pandang lakon drama. Puisi Rendra ini dibuat tahun 1977. Kami memilih puisi ini juga karena merupakan pamflet yang memiliki makna keterusterangan tanpa metafor-metafor rumit seperti puisi-puisi Rendra lainnya,” ungkapnya.

Saat ditanya mengenai makna puisi “Sajak Sebatang Lisong”, Tanti menyatakannya makna puisi sebagai bentuk kritikan.

“Puisi Rendra ini secara gamblang mengkritik sistem pemerintahan kala itu yang tidak mampu menciptakan kesejahteraan masyarakat di bidang pendidikan dan penyediaan pekerjaan. Dalam puisi ini pula secara tersirat dan tersurat mengkritisi para penyair atau seniman kala itu yang tidak mempunyai kepekaan terhadap fenomena sosial di sekitarnya.,” jelas mahasiswa PBSI Unika Ruteng itu.

Pembawaan dramatisasi puisi ini sebagai bentuk partisipasi dan dukungan UKM Literasi Sastra kepada Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. yang dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang ilmu Religi dan Budaya.

“Kami dari UKM Litera turut bersyukur dan berbangga karena Rektor kami sudah mendapat gelar tertinggi sebagai Profesor atau Guru Besar dalam bidang ilmu Religi dan Budaya. Ini sebuah pencapaian yang menunjukkan bahwa kampus kami punya pengaruh di mata masyarakat. Dan kami bawakan dramatisasi lagu ini sebagai dukungan kami dalam menyukseskan acara pengukuhan ini,” ungkap Ayon Utama, pemeran Dramatisasi Puisi Renda sekaligus anggota UKM Litera.

Anggota UKM Litera melakoni dramatisasi puisi

Apresiasi

Saat terpisa, Koordinator UKM Litera, Bernardus T. Beding mengungkapkan rasa bangga dan senang karena bisa berperan dalam menyukseskan acara pengukuhan.

“Saya sebagai Koordinator UKM Litera merasa senang dan berbangga karena anggota UKM inisiatif dan kreatif berperan mengisi acara dalam Rapat Senat Terbuka dengan agenda Pengukuhan Guru Besar bidang ilmu religi dan Budaya, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. ini. Ini merupakan bukti bahwa mereka (anggota UKM Litera, red.) benar-benar belajar bersastra di UKM,” ungkap Dosen Prodi PBSI itu.

Lebih lanjut, dosen asal Lamalera Lembata itu mengucapkan terima kasih dan memberi harapan kepada para anggota UKM.

“Saya mengucapkan profisiat dan terima kasih kepada semua anggota UKM Litera, khususnya para aktor dan aktris yang telah membawakan dramatisasi puisi dengan baik di panggung pengukuhan. Semoga jiwa belajar bersastra dan ekspresi kreativitas selalu menjadi bagian dalam kehidupan akademik di kampus maupun di luar kampus. UKM Litera selalu memberi ruang untuk anggotanya berekspresi, berkreativitas, dan mengembangkan diri dengan berliterasi sastra,” ungkapnya.

“Sebagai Koordinator UKM Litera dan mewakili seluruh anggota UKM Litera mengucapkan selamat dan profisiat kepada Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Prof. Dr. Yohanes Servatius Lon, M.A. yang dikukuhkan menjadi Guru Besar bidang ilmu Religi dan Budaya,” tutup Pa Berno, sapaan Bernardus T. Beding.

Para aktris dan aktor dramatisasi puisi “Sajak Sebatang Lisong” karya W.S. Rendra, yakni Konstantina Delima, Aprianus Ayon Hadia Utama, Eustatia Oktaviani Yunita Jelita, Anjelina Vestini Jelita, Katarina Isabela, Elisabet Atika Anam, dan Fransiska Babus.

Desa Haju