Bantuan Dari Unika St. Paulus Sentuh Langsung Korban, Alumni Apresiasi

Fores Timur, GardaNTT.id-Distribusi bantuan bencana badai Siklon Seroja dari Universitas Khatolik (Unika) St.Paulus Ruteng, Kabupaten Manggarai, langsung diterima para korban.

Dengan semangat semboyan “Dukamu, Duka Kami”, tim yang diutus Kampus tersebut terhitung sejak tanggal 17 April hingga 25 April 2021, tim menyusuri, mendatangi dan menemui secara langsung para korban di pondok-pondok pengungsian mereka.

Usaha para tim tersebut, mendapat apresiasi dari para alumni STKIP (Sekarang Unika St.Paulus, red). Mereka menilai, kehadiran tim Unika St.Paulus tidak saja meringankan beban materil, tetapi juga beban batin atas kehilangan keluarga dan harta benda mereka.

“Kami ucapkan terimakasih dan apresiasi atas upaya tim yang datangi korban di Ille Ape dan Lembata ini secara langsung. Ini sangat luar biasa. Rata-rata masih banyak warga yang belum tersentuh bantuan, khususnya para korban terdampak langsung yang kehilangan rumah dan anggota keluarga,” ungkap Marsel Aluken Manuk, salah satu Alumni yang kini menjadi Guru di SMAN 1 Nubatukan.

Baca juga :  Mesak J. Ndun: Saya Baru Jabat Kepala Desa Seumur Jagung, Masalah Sanksi Itu Tidak Benar

Hal senada diungkapkan alumnus tahun, Yustinus Mado Nihan yang juga setia ikut serta mendamoingi tim dari Unika St.Paulus, Ruteng.

“Saya secara pribadi ucapkan terimakasih dan apresiasi kepada tim dari Unika yang rela datang jauh-jauh menemui dan membantu korban. Kalau kita baca dan dengar dari cerita orang, rasanya belum cukup sehingga kita terjun langsung. Sesungguhnya eksistensi Unika adalah ada untuk hadir bersama masyarakat. Kehadiran bukan soal banyak atau sedikit, tetapi membangkitkan semangat hidup mereka kembali”, ungkap Kepala Sekolah SMPN 3 Ile Ape Timur Satap Hamahena ini.

Baca juga :  Mesak J. Ndun: Saya Baru Jabat Kepala Desa Seumur Jagung, Masalah Sanksi Itu Tidak Benar

Baca juga: Islamic Relief Worldwide Salurkan Bantuan Bagi Korban Bencana di Flotim

Baca Juga: Warga Flobamora Papua Barat Peduli Bencana NTT

Sementara itu, Koordinator tim, Marsel Ruben Payong mengatakan, dalam proses pendistribusian bantuan tersebut, pihaknya menggunakan pendekatan yang menyentuh satu per satu.

“Kita tidak tahan lihat keadaan dan kondisi para korban. Kondisi mereka sangat sederhana, masih jauh dari layak karena hanya beralaskan bilahan bambu saat tidur di pengungsian. Saya bahagia karena lelah kita terobati setelah ada dan hadir bersama mereka serta ikut merasakan bebab mereka”, ungkapnya.

Mewakili tim dan Unika St.Paulus, ia menyampaikan ucapan terimakasih atas kerjasama antara pihaknya dengan para alumni.

Baca juga :  Mesak J. Ndun: Saya Baru Jabat Kepala Desa Seumur Jagung, Masalah Sanksi Itu Tidak Benar

“Ini kerja kolaborasi yang luar biasa. Para alumni di Lembata sangat kompak dan bersatu sehingga mereka selalu siap membantu. Saya beri apresiasi dan syukur karena para alumni telah memberi yang terbaik dalam proses pendistribusian bantuan langsung ke tangan korban”, ungkap Wakil Rektor II Unika Santu Paulus Ruteng ini.

Baca Juga: Warga Lolok Matim Gugat Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Timur ke PTUN

Pantauan GardaNTT, tangis haru dan bahagia tak terbendung saat para korban menerima bantuan tersebut. Para korban mengaku bahagia atas kehadiran secara langsung para tim Unika St.Paulus.

Penulis: Belle Tube

Editor: Olizh Jagom