IPTEK di Dunia Pendidikan, Dampak Positif dan Negatif

Oleh: Prisila Jemun

Berbicara tentang IPTEK sudah tidak asing lagi di kehidupan manusia saat ini. Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) berjalan secara beriringan untuk membangun sebuah kemajuan dalam perkembangan global. Dengan kata lain, perkembangan IPTEK akan selalu mengikuti perkembangan zaman.

Kehadiran IPTEK tidak hanya bertumpu pada satu bidang, melainkan ke semua bidang kehidupan manusia saat ini. Salah satunya adalah bidang pendidikan.

Kehadiran IPTEK di dunia pendidikan secara tidak langsung menyeret status siswa dan Guru (pengajar) dan banyak mendapat pro kontra, hal itu dikarenakan kehadiran IPTEK di dunia pendidikan tidak hanya membawa dampak positif melainkan dampak negatif bagi peserta didik maupun bagi pihak pengajar.

Kehadiran IPTEK di dunia pendidikan dapat membantu siswa dalam pembelajaran, dan juga membantu siswa untuk tetap mengikuti perkembangan zaman.

Bagi para pengajar, hadirnya IPTEK dapat mempermudah proses pembelajaran contohnya dalam metode presentasi, Guru dapat memberikan materinya melalui power point dan mengakses materi tersebut melalui jurnal ilmiah, artikel,dll yang sudah tersedia secara otomatis melalui akses internet.

Menurut (Amalia, Retnasari, & Rachmawati, 2020) pada dasarnya Teknologi informasi adalah sebuah alat yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan pelayanan institusi pendidikan, begitu juga untuk anak-anak didik/murid-murid.

Menurut (Hariyanto & Wahyuni, 2020) Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian yang sudah dilaksanakan adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat.

Di samping itu, dampak negatif dari kehadiran IPTEK di dunia pendidikan tidak bisa pula dihindari baik bagi peserta didik maupun bagi para pendidik. Sebagai contoh, pemanfaatan IPTEK di lingkungan sekolah yang menjadi dampak negatif bagi peserta didik saat mereka tidak menggunakan IPTEK untuk kepentingan sekolah, melainkan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri seperti bermain game sampai lupa waktu, menonton film-film porno, dan menjiplak karya orang dari internet. Hal tersebut menyebabkan siswa tidak memiliki kreativitas dan inovasi secara mandiri.

Dampak negatif juga terasa bagi pihak pengajar atau guru. Dengan kehadiran IPTEK, pengajar akan memanfaatkan teknologi dengan berlebihan. Tanpa menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi real di dalam kelas. Malah mengambil rancangan pembelajaran dari internet yang dinilai lebih singkat dan cepat tanpa memperhatikan karakteristik siswa di sekolah.

Dampak negatif dari kehadiran IPTEK di dunia pendidikan tentu tidak sesuai dengan harapan akan kehadiran IPTEK itu sendiri di dunia pendidikan.

Maka, peran orang tua dan pihak sekolah untuk meminimalisir pengaruh negatif sangat penting. Orang tua berperan mendidik anak-anaknya serta mendampingi mereka ketika belajar di rumah. Misalnya memanfaatkan handphone atau laptop untuk keperluan sekolah saja. Mengapa penting melakukan hal tersebut? Karena bimbingan dan perhatian orang tua dapat mempengaruhi perilaku dari setiap anak agar bijak dalam menggunakan IPTEK itu sendiri.

Jika dikaitkan dengan pernyataan Anak butuh kebebasan dalam berprilaku jawabannya memang anak butuh kebebasan namun dituntut dari orang tua untuk menanamkan kebebasan yang bertanggung jawab dari anak itu sendiri.

Bagi pihak pengajar (guru), peran pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah sangat penting bagi keseriusan pengajar untuk melakukan tugasnya. Kepala sekolah harus tegas dalam menilai dan memperhatikan para pengajar. Terutama performa dan kinerja guru dalam melaksanakan tugas pelayanan pendidikan.

Hal yang perlu di ingat dan diperhatikan pula yaitu, kesadaran diri akan sesuatu yang mulai merusak diri itu penting. Manfaatkan dengan baik ketika arus globalisasi itu datang seiring dengan perkembangan zaman.