Jangan Mengandalkan Kekuatan Manusia, Gantungkan Harapan pada Tuhan

Oleh: Kristo Nanga

Artikel- Sebagaimana engkau juga dikatakan berguna dalam hidupmu sendiri, keluargamu, dan orang-orang di sekitarmu, sesuai dengan kehendak-Nya.

Engkau bahkan bisa dianggap sebagai seorang pejabat dalam kelompok kecil di keluargamu, dan bagaimana engkau memimpin dirimu sendiri.

Namun, janganlah dulu engkau menjadi seorang Bupati, anggota DPRD, atau Kepala Desa baru dianggap sebagai pejabat yang penting.

Tuhan menaruh kepercayaan-Nya pada setiap orang untuk menjadi dirinya sendiri, tanpa harus bergantung pada kekuasaan orang lain yang memiliki jabatan tinggi atau nama besar dalam kehidupan sosial.

Hidup ini harus dinikmati sendiri, harus semangat dengan karyamu, tidak peduli apakah kita di kebun atau menjadi seorang pembuat rencana, apapun latar belakangmu.

Namun, bagaimana caranya kita harus tahu cara menghargai orang lain sesuai dengan hati nurani yang ditanamkan pada kita, tanpa harus mengecilkan nilai-nilai agama.

Karena kita disuruh untuk menjadi diri sendiri sesuai dengan hukum-Nya, tidak bergantung pada kekuatan orang lain.

Karena hidup ini tentang bagaimana kita bekerja sesuai dengan latar belakang masing-masing atau talenta yang dimiliki.

Bersyukurlah tanpa bergantung pada orang lain, apalagi terjebak dalam budaya utang yang berlebihan.

Di situlah kita akan mengetahui makna kehidupan, dan bagaimana caranya menghargai orang lain yang kedudukan sosialnya sedang terpuruk.

Alkitab telah mengajarkan kita untuk memiliki kerendahan hati dan saling menghargai satu sama lain.

Janganlah karena engkau dekat dengan orang-orang berkuasa, engkau lupa untuk menghargai dirimu sendiri dan orang lain. Ini adalah kesalahan yang sering dilakukan.

Hargailah hidup kita sendiri, karena hidup ini adalah anugerah dan bersifat sementara.

Ini adalah saat yang tepat untuk merefleksikan diri di awal tahun.

Penulis adalah Wartawan Media GardaNTT