Ramai Minta Jatah di PDAM, Laurentius Ni Sebut KKN di Birokrasi Sulit Dibendung

Ruteng, GardaNTT.id – Baru-baru ini, jagat Manggarai dihebohkan dengan beredarnya rekaman suara yang diduga milik Direktur PDAM Tirta Komodo, Marselus Sudirman, yang secara gamblang membuka aib soal adanya sejumlah pihak meminta jatah untuk dipekerjakan di perusahaan milik daerah tersebut.

Dalam rekaman itu disebutkan, sejumlah pihak yang dimaksud diantaranya, Bupati Manggarai, Heribertus G.L.Nabit, Wakil Bupati Manggarai, Heribertus Ngabut, Sekda Manggarai, Fansi Jahang dan juga anggota Dewan meminta jatah agar orang-orang titipan para pejabat tersebut dipekerjakan di tempat itu.

Menanggapi hal itu, Praktisi Hukum, Dr.Laurentius Ni mengatakan, bahwa praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) di Negara ini sulit di bendung. Menurutnya, apa yang terjadi di PDAM tersebut sangat tidak elok dan sungguh memprihatinkan.

Menurut Dosen UNIKA St. Paulus Ruteng itu, praktek minta jatah yang dilakukan oleh sejumlah pejabat tersebut menunjukkan jika konsep bernegara untuk bebas/terhindar dari KKN ternyata tidak bisa diwujudkan.

“Hasrat untuk menguasai dan memiliki jabatan bukan pada tujuan yang mulia yaitu melayani masyarakat dengan hati yang tulus, dan bekerja untuk rakyat ternyata hanya isapan jempol bahkan gigit jari,” tuturnya.

Ia menjelaskan, memimpin identik dengan kekuasaan, dan kekuasaan itu adalah kewenangan. Kewenangan itulah yang bisa membuat orang melakukan tindakan sewenang-wenang (detournement de pouvoir) jika tidak dilandasi konsep bernegara dengan hati dan sesuai aturan pasti prosedur atau mekanisme perekrutan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kata dia, meski belum butuh tambahan Tenaga Harian Lepas (THL) serta analisis kebutuhan, namun masih saja ada oknum pejabat yang mulai meminta jatah.

“Ironis memang rakyat yang tidak punya apa-apa walau punya kemampuan tetapi hanya bisa diam tertunduk dan sulitnya untuk bangun menatap masa depan, karena tidak ada orang dalam,” ujarnya.

Menurutnya apa yang disampaikan oleh Kepala Perumda Tirta Komodo Marsel Sudirman melalui rekaman suara yang berdurasi selama 1 menit 41 detik itu menunjukkan kepada publik bahwa sebenarnya ada persoalan besar yang ingin dia ungkapkan kepada Masyarakat Manggarai dalam hal perekrutan THL di PDAM Tirta Komodo.

Marsel Sudirman sejatinya menginginkan agar dalam mekanisme perekrutan THL di perusahaan itu, harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku, namun karena kepentingan tidak bisa dihindari maka gejolak batinnya untuk mengatakan saya bekerja secara profesional sulit terwujud.

Oleh karena itu, ia berpesan agar Marselus Sudirman sebagai pimpinan di perusahaan itu untuk tetap bekerja dengan sepenuh hati serta sesuai aturan yang berlaku.

Desa Haju
Penulis: Hery Salus