Urgensi Penguatan Riset ‘Lokal’ Menuju Labuan Bajo Super Premium

Pemimpin Umum GardaNTT.id

Bernardus T. Beding*

*Pemimpin Umum Gardantt.id

Labuan Bajo, kota Kabupaten Manggarai, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia digadangkan akan menjadi tuan rumah Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 yang akan digelar pada 2023. Secara khusus, Tanah Naga Mori di Kecamatan Komodo ditetapkan oleh pemerintah sebagai tempat pertemuan internasional tersebut sekaligus sebagai destinasi wisata kelas premium.

Sekarang, Labuan Bajo dalam proses pembenahan. Sejumlah pembangunan dan peningkatan pelayanan yang dilakukan untuk menjadikan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata premium. Bandar Udara Komodo dibenah menjadi Bandr Internasional dengan perpanjangan runway dan apron. Penginapan-penginapan ‘berbintang’ dibangun sana-sini. 

Adanya Asean Summit dan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 menjadi tantangan yang harus dihadapi masyarakat Manggarai semakin berat. Ironisnya, semua itu belum diimbangi dengan kesiapan tenaga kerja lokal yang profesional dan terampil. Badan Pusat Statistik (BPS) ketiga kabupaten di wilayah Manggarai ini (Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, dan Kabupaten Manggarai Timur) masih menunjukkan angka tenaga kerja lokal yang ‘tidak profesional’ dengan jumlah pengangguran yang banyak.

Apabila kondisi ini dibiarkan oleh pemerintah daerah, tentu tenaga potensial lokal akan kalah bersaing dengan daerah-daerah lain, baik dalam maupun luar negeri. Dampaknya, angkatan kerja lokal bisa menjadi tamu di daerah sendiri; seperti kata Rendra, ‘bisa menjadi asing di negeri sendiri’.

Supaya hal itu tidak tidak terjadi selain peningkatan kompetensi, perlu diimbangi dengan penguatan riset. Karena itu, pemerintah daerah harus bersinergi dengan kampus-kampus yang berada di wilayah Manggarai untuk melakukan riset. Artinya, perlu penyediaan anggaran riset pemerintah yang tertuan dalam APBD. Langkah ini dilakukan  dengan mendorong riset inovasi atau kreasi dari individu atau lembaga di lembaga-lembaga pendidikan dan riset. Riset inovasi diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Manggarai.

Sesungguhnya, riset dan inovasi merupakan indikator membangkitkan daya saing suatu daerah. Dukungan pemerintah daerah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibangun pada lembaga-lembaga pendidikan tinggi di Manggarai

diukur dengan seberapa banyak anggaran yang dikeluarkan di sektor tersebut. Pengeluaran pemerintah daerah untuk riset adalah investasi aset yang tidak berwujud yang pada akhirnya menciptakan tenaga kerja lokal yang handal dan profesional. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus terus berinvestasi untuk sumber-sumber pertumbuhan ekonomi seperti riset dan inovasi melalui kerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di daerah Manggarai. Dengan demikian, potensi sumber daya manusia akan menjadi perhitungan dalam kegiatan-kegiatan nasional maupun internasional.