Warga di Sumba Barat Gotong Royong Perbaiki Jalan Propinsi yang Rusak Parah

Foto: warga timbun tanah untuk menutupi lubang pada badan jalan propinsi/Dok: Kristo Nanga, GardaNTT

Sumba Barat, GardaNTT.id – Lebih dari 40 orang warga Desa Gaura, Kecamatan Laboya Barat, Kabupaten Sumba Barat, Propinsi NTT, secara bergotong-royong memperbaiki ruas jalan Propinsi yang rusak parah.

Aksi yang dilakukan pada Rabu, 13 Maret 2024 itu, diinisiasi oleh Paulus Khewa, warga desa setempat yang berprofesi sebagai sopir angkutan desa yang setiap hari melintas di jalur tersebut.

Foto: warga manfaatkan tanah berpasir dipinggir jalan untuk ditimbun ke jalan yang berlubang/Dok: Kristo Nanga, GardaNTT

Inisiatifnya itu disambut baik oleh warga lain yang juga merasa prihatin dan terganggu oleh kondisi jalan yang sangat membahayakan itu.

Perbaikan dilakukan dengan cara menimbun tanah berpasir pada bagian ruas jalan yang berlubang dan bergelombang dengan menggunakan peralatan seadanya seperti cangkul dan skop.

“Kemarin oto saya lewat disini, hampir terbalik gara-gara lubang. Akhirnya saya ajak tetangga saya supaya perbaiki secara mandiri saja dulu, sambil menanti perhatian dari pemerintah,” tutur Paulus Khewa kepada Wartawan GardaNTT.

“Ini bahaya sekali kalau dibiarkan terus,” tambahnya.

Foto: tanah yang digunakan untuk menimbun jalan berlubang diangkut menggunakan truck/Dok: Kristo Nanga, GardaNTT

Kata Paulus Khewa, aksi gotong-royong serupa juga pernah dilakukan oleh warga desa tetangga mereka di Desa Patiala Dete. Namun, tanah timbunan yang dibuat warga itu tidak bertahan lama akibat diterjang air pada musim hujan saat ini.

“Jadi, ini juga pasti tidak akan bertahan lama. Pasti akan rusak lagi terkikis oleh air hujan,” sebutnya.

Paulus yang setiap hari melintasi jalur itu untuk mengantar penumpang ke kota, sangat berharap perhatian cepat dari pemerintah terhadap ruas jalan tersebut.

Ia mengatakan, hasil bumi dari desanya akan sangat mudah dipasarkan di kota bila akses jalan itu baik. Dirinya berharap agar perbaikan jalan tersebut dilanjutkan kembali.

“Sebelumnya sudah diperbaiki. Yang kerja itu PT.Mitra Waikabubak sudah bikin tembok penahan di bagian kiri bahu jalan. Tinggal lanjut saja,” ucapnya.

“Kalau tidak dikerjakan lagi tahun ini atau tahun depan berarti keadaan begini akan kami alami bertahun-tahun dengan kondisi kerusakan yang membahayakan pengguna jalan,” kata Paulus dengan kecewa.

Diketahui, beberapa hari sebelumnya, warga desa Patiala Dete, desa yang letaknya tidak jauh dari Desa Gaura, melakukan aksi tanam pisang persis ditengah jalan tersebut. Aksi itu, dilakukan sebagai bentuk protes kepada pemerintah yang tidak kunjung memperbaiki ruas jalan tersebut yang kondisinya kian parah.

Warga di dua desa tersebut berharap, para anggota dewan di Kabupaten Sumba Barat bisa menjadi jembatan bagi mereka untuk menyampaikan kondisi ini ke pemerintah Propinsi NTT.

Penulis: Kristo NangaEditor: Olizh Jagom