Warga Mbaumuku Diduga Dikeroyok Pemabuk, Polisi Diminta Kejar Pelaku

Ilustrasi pengeroyokan (Foto: alur.id/)

Manggarai.GardaNTT.id-Seorang warga Kelurahan Mbaumuku, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai berinisial LS mengaku dikeroyok oleh segerombolan anak muda yang diduga sedang mabuk, pada Selasa (03/08/2021) sekitar pukul 01:00 Wita.

Kepada GardaNTT, korban LS menceritakan, peristiwa tersebut bermula saat segerombolan anak muda yang diduga sedang mabuk, melintas di Jln.Menjangan I Mbaumuku dalam keadaan mabuk dan membuat keributan. Atas dasar itu, korban LS menegur anak-anak muda itu secara baik.

Namun, teguran itu rupanya tidak diterima baik oleh para pelaku sehingga langsung menghajar korban.

“Saya tegur mereka dengan sopan, agar tidak ribut-ribut didepan rumah kami, karena kebutulan keluarga kami sedang ada kedukaan. Jadi barangkali karena mereka tidak terima teguran itu, makanya mereka keroyok saya,” ujarnya.

Korban LS mengatakan, semua keluarganya keluar dari dalam rumah mendengar teriakanya saat dikeroyok anak-anak muda tersebut.

“Saya teriak waktu mereka keroyok, sehingga keluarga saya keluar semua. Waktu keluarga saya keluar semua, mereka kabur semua,” terangnya.

Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka disekeliling leher. Korban juga sudah dilakukan visum dan keluarga sedang menunggu hasilnya.

Peristiwa pengeroyokan itu, sudah diadukan ke Polres Manggarai. Hal itu disampaikan oleh Antonius, ayah kandung korban.

“Kami sudah lapor secara resmi ke pihak Kepolisian. Kami minta agar Polisi segera mengejar para pelaku,” katanya.

Antonius dan anaknya LS mengaku, sebagian besar dari pelaku pengeroyokan itu dikenalnya. Nama-namanya sudah diserahkan ke Polisi.

“Saya kenal sebagian besar itu anak-anak. Nama-namanya sudah kami sampaikan juga ke Polisi, tinggal kejar saja. Kami harap agar segera ditangkap dan diberi efek jera itu anak-anak,” ujarnya dengan nada kesal.

Warga lain yang juga berasal dari Kelurahan Mbaumuku yang tidak mau namanya dimediakan, juga turut mendukung upaya keluarga korban yang melaporkan peristiwa itu ke pihak berwajib. Ia meminta agar Polisi bergerak cepat menangkap para pelaku dan diberi efek jera.

“Betul itu, harus dilapor. Kami harap Polisi segera menindaklanjuti laporan keluarga korban agar ada efek jera. Semua ini demi kenyamanan dan keamanan hidup kita bersama,” harapnya.

Sementara itu, Harun Syarif, piket SPKT Polres Manggarai saat itu, membenarkan pihaknya menerima laporan korban. Namun, ia menyarankan agar menanyakan secara detail kepada bagian Reskrim Polres Manggarai.

“Iya, kami sudah terima laporan soal itu. Kami sudah buat LP (Laporan Polisi, red) tadi malam. Laporanya sudah di Reskrim. Coba adik tanya di Reskrim saja,” ujarnya.

Desa Haju
Penulis: Belle TubeEditor: Olizh Jagom