Caritas Keuskupan Larantuka Gandeng Paroki dalam Pendistribusian Bantuan

Larantuka.GardaNTT.id- Merespon dampak bencana banjir bandang di Kabupaten Lembata dan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Keuskupan Larantuka menggandeng Caritas membuka posko utama dengan nama ‘Posko Crisis Canter’ bertempat di halaman Pastoran Paroki Katedral Larantuka.

Hal ini disampaikan Pastor Paroki Katedral Larantuka, Rm. Hendrik Leni, Pr kepada media ini, Senin (26/4/2021).

“Keberadaan Posko Crisis Canter ini untuk mewadahi posko-posko kecil di setiap paroki dalam Keuskupan Larantuka, sehingga pendistribusian menjadi lebih terkontrol dan baik,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan, rasa syukur karena bisa bekerjasama dengan pihak Caritas Canter Keuskupan Larantuka untuk menyukseskan kegiatan penyaluran bantuan dari berbagai pihak, khususnya dari umat dan paroki-paroki di Keuskupan Larantuka.

Lebih lanjut Romo Hendrik mengatakan, timnya selalu siap di daerah-darah terdampak bencana dan tempat-tempat pengungsian untuk siap menerima bantuan dari posko Crisis Canter dan diberikan langsung kepada para masyarakat terdampak di posko pengungsian dan pengungsi mandiri yang ada di rumah-rumah warga.

Ditemui secara terpisah, Yane Udjan, Koordinator Caritas Keuskupan membenarkan hal tersebut.

“Kami bekerjasama dengan pihak Keuskupan Larantuka untuk membangun posko utama ini supaya segala bantuan terkoordinasi dan tepat sasaran,” ungkap Yane

Bahkan menurut Yane, anggota Caritas sudah siap di tempat-tempat pengungsian dan wilayah-wilayah terdampak untuk memberikan bantuan secara langsung kepada sesama kita yang terdampak.

Mengenai pendistribusian, kata Yane, pihaknya sudah membangun komunikasi dengan pihak kapal laut untuk pendistribusian bantuan.

“Terkait pendistribusian, kami sudah berkoordinasi dengan kapal-kapal laut untuk menghantar bantuan dari pelabuhan Larantuka menuju pelabuhan Waiwerang Adonara dan pelabuhan Lewoleba Lembata,” ungkap Yane.

Lebih jauh Yane mengatakan, kalau ada yang ingin menyerahkan langsung kita akan memfasilitasi. Tetapi ada juga yang datang di pelabuhan Larantuka tanpa melalui posko Crisis Canter.

“Mereka langsung mendistribusikan ke posko-pokso yang menampung para pengungsi. Dan kami mendapat laporan dari para dermawan, kadang menimbulkan masalah di lapangan, ada informasi kalau para buruh pelabuhan menaikan ongkos angkut barang ke kapal.” ungkap Yane, Kordinator Posko Crisis Canter itu.

Pantauan media ini, bantuan yang di siapkan keuskupan di Posko Crisis Canter, baik yang berasal dari umat dan paroki-paroki dalam wilayah keuskupan Larantuka maupun para penderma dari berbagai kalangan dan wilayah di data secara terperinci dan didistribusikan sesuai permintaan para donatur maupun kebutuhan para korban dan pengungsi.

Penulis: Belle Tube
Editor: Adi Jaya