Polisi Diminta Segera Tangkap Pemilik Aplikasi Jual Pulsa Hope Center

Manggarai.GardaNTT.id-Penipuan dengan modus bisnis pulsa online, menimpa salah seorang warga Manggarai melalui aplikasi jual pulsa online bernama Hope Center.

Korban berinisial SY diketahui mengenal bisnis tersebut dari rekannya. Merasa tertarik, akhirnya korban mendaftarkan diri sebagai agen jual pulsa di kampungnya yang beralamat di Rahong Utara.

Korban mulai bertransaksi sejak tahun 2020 dengan order melalui sebuah rekening perusahaan. Adapun order nominalnya bervariasi yaitu kisaran Rp2.000.000 dan Rp3.000.000

“Terkadang sampai seminggu order lagi, kadang dua minggu sekali, tergantung penjualan” ungkap korban kepada media ini, Minggu (16/5) malam.

Korban mengaku bertransaksi dengan aplikasi Hope Center hingga bulan Maret kemarin.

“Terakhir saya order sekitar bulan maret dengan nominal 3 juta, yang suda terjual 1 juta lebih, dan sisa saldo di aplikasi sebanyak 1.042.590 ,” ungkapnya.

Menurut korban, saldo yang tersisa 1 jutaan di aplikasi Hope Centre tidak bisa di jual lantaran pemilik aplikasi menutup sepihak tanpa konfirmasi.

“Biasanya kalau ada kendala teknis kami di informasikan lewat pesan WhatsApp oleh operator bahkan ditelpon, tapi sudah sebulan semua nomor yang kami hubungi selama ini tidak bisa terhubung,” ungkapnya.

Ia mengaku, bukan soal dirinya saja yang menjadi korban penipuan. Ia khawatir akan banyak korban lain yang terbuai propaganda aplikasi ini.

“Bukan soal saya saja yang kena tipu, coba bayangkan kalau ribuan yang menggunakan aplikasi ini di wilayah NTT bahkan indonesia kena tipu seperti saya,”  tuturnya.

Korban berharap pihak kepolisian segera menangkap pemilik aplikasi Hope Centre karena peristiwa yang menimpa dirinya menjadi preseden buruk untuk bisnis online di NTT kedepannya.

“Diduga pelaku berdomisili di kupang, kelihatan sekali dari dialeg bahasanya,” jelas korban.

Berdasarkan penelusuran media ini, salah seorang warga yang berdomisili di kupang yang tidak mau namanya di mediakan mengetahui persis pemilik aplikasi tersebut.

“Saya tau pemilik aplikasi ini om, dia adalah anak salah seorang pejabat di kota kupang,” ungkapnya.

Namun ia tidak menyebut jabatan apa yang diemban oleh orang tuanya itu. Ia yakin, penyidikan Kepolisian akan mengungkap siapa orang yang dimaksud.

Penelusuran lainnya diketahui dari nomor call center bahwa perusahan tersebut sudah sejak lama beroperasi di Manggarai dengan nama yang berbeda yaitu perusahaan AO yang bergerak di bidang jasa jual pulsa.

Untuk diketahui nomor rekening yang dipakai perusahaan Hope Centre untuk bertransaksi 62348801037165533 sedangkan no call center yang di pakai
+62 821-4684-9027
+62 812-4186-6455
+62 821-3401-5238
+62 821-4684-9026

Hingga berita ini diturunkan, pihak aplikasi Hope Center belum memberi keterangan terkait hal ini.

Penulis: Riki HuwaEditor: Olizh Jagom