Ritual di Jawa Timur Berujung Maut, KPAI: Hindari Anak-anak dari Aktifitas yang Mengancam Jiwa

Pembunahan
Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi KPAI, Jasa Putra

Padang, GardaNTT.id-Kegiatan ritual di Pantai Payangan, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, menelan korban jiwa sebanyak 11 orang karena terseret arus laut. Peristiwa itu terjadi pada Minggu, 13 Februari 2022 waktu setempat.

Dikutip dari Minangkabaunews, peristiwa nahas tersebut bahkan menelan korban jiwa anak berumur 13 tahun.

Komisioner KPAI, Jasra Putra turut perihatin atas peristiwa itu.

Ia mengatakan, tentu sebagai sebuah ajaran moral yang berdimensi agama, akan sangat di patuhi pemeluknya. Karena membawa kuat kepada keyakinan. Namun apa jadinya bila keyakinan tolak bala tersebut membahayakan anak.

“Itulah yang terjadi ritual tolak bala di pantai Jember yang memakan 11 orang meninggal dunia.” ungkap Jasra Putra kepada GardaNTT.id via WhatsApp.

Jasra menambahkan, ritual yang bernama Tolak Bala Tunggal Jati Nusantara telah memakan jiwa anak umur 13 tahun. Karena anak anak belum matang memahami sebab akibat, masih mengikuti keinginan orang dewasa.

KPAI menghaturkan bela sungkawa, dan menyesali ritual tolak bala yang di ikuti anak anak dengan mengancam jiwa 3 anak.

“Tidak seharusnya anak berada di bawah bahaya, apalagi hanya alasan sebuah ritual dengan masuk ke pantai yang memiliki  ombak, yang sewaktu waktu dapat menggulung anak. Seperti korban meninggal P 13 tahun.  Begitupun 2 korban anak yang selamat D 17 tahun dan N 2 tahun. Bagaimanapun anak anak tidak sekuat orang dewasa.” ungkap Jasra.

Jasra berharap agar pemerintahan setempat di harapkan ikut mengawasi, ritual yang melibatkan anak anak. Apalagi ritual ini di kabarkan sudah lama. Artinya ada kemungkinan ritual ini telah dilaksanakan berulang. Artinya yang mereka lakukan bisa terancam pidana jika mengancam keselamatan, apalagi jiwa anak.

“Hal ini juga sering KPAI ingatkan, di berbagai ajang yang melibatkan anak anak, seperti ketika anak anak berada dalam lautan massa, aksi demontrasi, lingkungan kawasan limbah industri, wilayah pertambangan dan sekarang ritual tolak bala.” tambahnya.

Himbauan KPAI

Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring dan Evaluasi KPAI itu menghimbau, di tahun politik ini, bisa menahan diri untuk tidak melibatkan anak anak, belajar dari pelibatan anak anak di masa lalu, karena bisa menjadi peristiwa trauma dan sangat kelam untuk anak anak, karena kondisi sewaktu waktu yang tidak bisa di kontrol. Apalagi sampai meninggal, seperti ritual ini.

“Tentu sesuatu yang sangat di sayangkan, karena sangat bisa di cegah kita semua.” tutupnya.

Desa Haju