Bara Hatiku

Karya: Ludovikus Edwan Eduard

Cerpen, GardaNTT.id– Garangnya si jago merah melahap segenap harapan dan impian ku.
Aku arka tinggal di sebuah desa kecil di pelosok timur. Aku mempunyai seribu luka dan sejuta harapan untuk menggapai mimpi ku.
di balik senyumnya yang cerah, terdapat gerhana yang terpendam dalam hidup ku.

Aku telah kehilangan kedua orang tuaku dalam kebakaran hebat yang melanda desa ku lima tahun yang lalu. Api melenyapkan segalanya, meninggalkan Aku tanpa keluarga dan tanpa rumah. Sejak saat itu, aku membenci api dengan segenap jiwa dan raga.

Setiap malam, aku duduk di depan perapian kosong di rumah ku yang baru. mengutuk api, bersumpah untuk tidak pernah membiarkannya menyentuh hidupku lagi. Namun, takdir memiliki rencana lain.

Suatu hari, sebuah kebakaran besar terjadi di desa ku. Aku menatap dengan ngeri bagaimana si jago merah mengamuk, merusak segalanya yang menutupi jalan nya. Tanpa ragu, aku bergabung dengan warga desa lainnya dalam upaya untuk memadamkan api yang mengamuk.

Saat berada di tengah-tengah kobaran api, aku menyadari bahwa meskipun api bisa menghancurkan, tapi juga bisa memberikan kehidupan. Api membakar untuk membersihkan dan memulai yang baru. Di situlah Aku menemukan kedamaian dalam hatiku.
Dengan penuh tekad, aku berjanji untuk menyalakan api semangat dalam hidupku. Aku menyadari bahwa api, seperti hidup itu sendiri, memiliki kekuatan untuk merusak, namun juga untuk menyembuhkan dan memberi kehidupan baru.

Sejak hari itu, aku tidak pernah lagi melihat api sebagai musuh, melainkan sebagai bagian dari kehidupan yang perlu dihormati dan dihargai. Aku belajar bahwa dalam kegelapan terdapat cahaya, dan dalam api terdapat kehidupan yang baru.